Basarnas Sisir Laut Utara Sumenep Cari Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Belum Ditemukan
Dwi Prastika August 08, 2026 11:22 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Luhur Pambudi

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Basarnas kembali melakukan penyisiran di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyusul laporan adanya kemungkinan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang belum ditemukan.

Pencarian pada Sabtu (8/8/2026) menggunakan KN SAR 249 Permadi.

Namun, Basarnas menegaskan, pencarian akan mengacu pada data penumpang yang telah diverifikasi KSOP dan pihak perusahaan kapal.

Penyisiran menggunakan KN SAR-249 Permadi melibatkan 11 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan satu tim rescuer Kantor SAR Kelas A Surabaya, bertolak dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak Surabaya pada pukul 08.15 WIB.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie R mengatakan, upaya tersebut dilakukan guna mencari keberadaan penumpang yang kemungkinan masih belum terevakuasi dalam operasi SAR pada tahap awal beberapa waktu lalu. 

Pengerahan Alut SAR laut ini menjadi bagian dari upaya Basarnas dalam operasi kesiapsiagaan sambil menunggu hasil verifikasi laporan oleh KSOP dan perusahaan kapal tentang adanya penumpang yang belum ditemukan.

"KN SAR 249 Permadi melaju menuju area pencarian yang berjarak sekitar 70 mil laut dengan kecepatan 14 knot," ujarnya pada awak media di Surabaya.

Didit menerangkan, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, cuaca di perairan utara Madura cerah berawan, kondisi laut pada Sabtu pagi terbilang cukup mendukung operasi. 

Baca juga: KNKT Ungkap Tantangan Investigasi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Bangkai Kapal Masih Dicari

Angin bertiup dengan kecepatan 10-11 knot menuju tenggara. Tinggi gelombang berada pada kisaran 1,1-1,2 meter, sedangkan arus laut sekitar 0,7-1,1 knot.

Didit mengatakan, kondisi laut yang relatif bersahabat bukan berarti tim bisa bekerja tanpa kewaspadaan. 

Keselamatan personel dan unsur SAR tetap menjadi perhatian utama selama proses penyisiran.

Pengerahan KN SAR 249 Permadi ini melanjutkan upaya yang dilakukan sehari sebelumnya, pada Jumat (7/8/2026).

"Bahkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep telah dikerahkan ke perairan utara Sumenep, dengan menggunakan satu unit RIB," pungkasnya. 

Baca juga: Tangis Devi Pecah Cari Suami Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Fauzi Pertanyakan Data Manifest Penumpang

Pencarian Menggunakan Helikopter

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH mengatakan, proses verifikasi tidak membuat tim SAR gabungan berhenti berupaya.

Proses pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan di wilayah perairan utara Madura. 

Baca juga: Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tinggalkan Istri Hamil 8 Bulan, Anak Kenang Sosok Ayah Penyayang

Bukan hanya mengandalkan proses pencarian dari laut, Basarnas juga melakukan  pemantauan dari udara dengan menggunakan Helikopter jenis AWS-139 HR1301 seperti pada hari sebelumnya.

Bahkan, ungkap Nanang, Helikopter AWS-139 HR1301 akan kembali dikerahkan untuk memantau area pencarian dari udara, pada Minggu (9/8/2026) besok. 

"Dengan mengerahkan Alut SAR laut dan udara, cakupan pencarian diharapkan semakin luas," ujar Nanang. 

Kemudian, mengenai adanya masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut, Nanang mengimbau, masyarakat bisa melaporkan ke Polres Tanjung Perak Surabaya dan KSOP di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Terdapat nomor pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat yakni melalui Posko Aduan Polres Tanjug Perak Surabaya (+62857-1230-0616). 

Kemudian Contact Person Aduan dari Perusahaan Kapal (+62 812-1396-7955) Jalan Perak Timur No 206, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, Provinsi Jatim 60164, Telepon: (031) 3284800.

Nanang menegaskan, Basarnas menunggu laporan terkait data tersebut yang resmi dan divalidasi oleh KSOP dan pihak perusahaan kapal atau pemilik kapal. 

"Basarnas akan kembali melakukan pencarian berdasarkan dengan data yang sudah dilaporkan atau diberikan oleh KSOP ataupun perusahaan kapal," pungkasnya.

Korban Hilang

Sebelumnya, Bustam Sanusi, dikabarkan menjadi salah satu korban hilang dalam insiden kebakaran kapal KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026).

Sang istri dan anak kandung, mencari keberadaan Bustam Sanusi. 

Bahkan sang istri sempat pingsan sesaat setelah mengetahui nama suaminya tidak ada di daftar korban selamat maupun meninggal.

Mereka sempat mendatangi Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026) guna mencari keberadaan Bustam. 

Bustam Sanusi atau yang akrab disapa Daeng Nappak diketahui keluarga pergi bersama beberapa rekannya.

Satu orang lain selamat, sementara Bustam dan rekannya, Andik Herman belum ditemukan.

"Bapak sopir asal Makasar. Sekarang gak ada kabarnya, gak ada namanya (di manifest korban). Terakhir komunikasi hari Minggu, kirim video di kapal," ujar anak Bustam, Jasuar Bustam, Selasa (4/8/2026).

Jasuar menunjukkan video kiriman ayahnya, yang menunjukkan tengah berada di kapal menggunakan pelampung bersama para korban lainnya.

Video itu disebut dikirim melalui WhatsApp oleh sang ayah pada Minggu (2/8/2026) pukul 09.00 WIB.

"Setelah itu saya hubungi kembali pukul 11.47 sudah tidak aktif," katanya.

Sekadar diketahui, KMP Mutiara Sentosa 2 kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute Surabaya-Makassar, mengalami kebakaran di Perairan Utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026).

Basarnas menyebutkan, terdapat 238 orang yang berhasil dievakuasi dalam Operasi Penyelamatan insiden tersebut.

Namun, lima orang di antaranya meninggal dunia, yakni Yedi Hendrawan, Rino Eka Putra, Siti Fatimah, Sri Indratmo Wijaya, dan Sari Sukoco. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.