BMKG Prediksi Hujan di Pontianak dan Kubu Raya 13-15 Agustus, Kabut Asap Masih Berpotensi Terjadi
Try Juliansyah August 08, 2026 11:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio memprakirakan potensi presipitasi di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada periode 13 hingga 15 Agustus 2026. 

Namun, curah hujan yang bakal turun diprediksi hanya berintensitas ringan dan bersifat tidak merata.

Meskipun terdapat peluang hujan pertengahan bulan ini, kondisi cuaca secara umum di kawasan sekitar muara Sungai Kapuas tersebut masih akan didominasi cuaca cerah hingga berawan.

Prakirawan BMKG Supadio, Reny Shahputri, mengonfirmasi bahwa potensi hujan dalam kurun waktu tersebut sifatnya terbatas pada durasi dan cakupan wilayah tertentu.

"Dari pantauan kami, potensi hujan di sekitar Kota Pontianak atau Kubu Raya diprakirakan terjadi sekitar tanggal 13-15 Agustus 2026," ungkap Reny Shahputri saat dikonfirmasi tribunpontianak.co.id, Sabtu (8/8/2026).

Cuaca Dominan Cerah Berawan dan Sifat Hujan Lokal

BMKG mencatat bahwa dinamika atmosfer beberapa hari mendatang belum menunjukkan indikasi pembentukan awan hujan skala masif di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Karakteristik hujan yang muncul diperkirakan hanya bersifat lokal.

"Untuk potensi hujan diprakirakan berpeluang terjadi sekitar tanggal 13-15 Agustus 2026 dengan intensitas ringan yang tidak merata. Hujan yang berpotensi turun hanya bersifat lokal dan sementara," jelas Reny.

Baca juga: Kebakaran Lahan Mengancam Permukiman di Kubu Raya, Anak-anak dan Lansia Mulai Diungsikan

Reny menambahkan bahwa stabilitas cuaca cerah berawan masih memegang kendali utama atas pola cuaca harian di kawasan ini.

"Benar, Pontianak akan didominasi oleh cuaca cerah berawan beberapa hari ke depan. Jikapun ada hujan, biasanya bersifat lokal dan tidak merata," sambung Reny.

Arah Angin Mengusung Pergerakan Sebaran Asap

Selain presipitasi, faktor arah dan kecepatan angin menjadi perhatian penting terkait potensi krisis polusi udara.

BMKG memantau pergerakan angin permukaan yang bertiup konsisten dari vektor tenggara menuju selatan.

Kondisi sirkulasi udara ini berpotensi memboyong material asap hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari wilayah perbatasan sekitarnya masuk ke pusat permukiman Kota Pontianak.

"Untuk arah dan kecepatan angin secara umum angin bertiup dari tenggara-selatan, dengan kecepatan mencapai 13-20 km/jam. Asap dari daerah lain mungkin bisa terbawa angin dan masuk ke wilayah Pontianak," katanya.

Pengaruh Fenomena MJO dan Imbauan Kewaspadaan

Pada skala makro, pihak BMKG mengidentifikasi adanya fenomena pergerakan dinamika atmosfer berupa Madden-Julian Oscillation (MJO).

Aktivitas gelombang atmosfer ini diprediksi melintasi wilayah Kalimantan Barat pada pertengahan Agustus dan berpotensi memicu peningkatan pembentukan awan hujan.

"Sejauh ini, diprakirakan pergerakan pola cuaca seperti Madden Julian Oscillation (MJO) akan meningkatkan peluang hujan di sekitar wilayah Kalbar, sekitar tanggal 11-16 Agustus 2026," ujar Reny.

Kendati fenomena MJO berpeluang membawa hujan sementara, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap ancaman penurunan kualitas udara dan ancaman kabut asap hingga pergantian musim mendatangkan intensitas hujan harian yang stabil.

"Masyarakat Pontianak harus mewaspadai potensi kabut asap dan memburuknya kualitas udara hingga bulan September, karena hujan biasanya mulai banyak terjadi pada bulan Oktober," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.