TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, mendorong tradisi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI di tingkat kampung menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda, khususnya Generasi Alpha.
Generasi Alpha adalah kelompok demografis yang lahir setelah Generasi Z, yaitu sekitar tahun 2010 hingga pertengahan 2020-an.
Mereka adalah anak-anak dari para milenial dan sebagian kecil Gen Z, tumbuh di era digital penuh dengan teknologi canggih, media sosial, dan kecerdasan buatan.
Menurut Cucun, perayaan Agustusan tidak semestinya hanya diisi dengan panggung hiburan dan perlombaan.
Momentum tersebut perlu dikemas secara kreatif dan edukatif agar anak-anak dapat mengenal sejarah perjuangan bangsa sekaligus memahami makna kemerdekaan.
"Yang penting, pertahankan budaya-budaya kita yang dulu sehingga mereka tahu proses kemerdekaan yang dialami oleh orang tua dulu dan mereka ikut memahami," kata Cucun saat bertemu pengurus Karang Taruna dan RW dari wilayah Solokanjeruk, Majalaya, Paseh, Ibun, dan Ciparay, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026).
Dorongan tersebut disampaikan Cucun bersamaan dengan penyaluran bantuan untuk mendukung kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di 220 RW di daerah pemilihannya.
Bantuan itu diharapkan dapat mendorong masyarakat menggelar kegiatan Agustusan yang melibatkan warga secara aktif, khususnya generasi muda.
Cucun menilai tradisi permainan rakyat, perlombaan, hingga kegiatan yang mengangkat sejarah perjuangan bangsa dapat menjadi media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Dia juga mendorong digelarnya drama teatrikal perjuangan serta forum diskusi mengenai peran pemuda bagi bangsa.
Menurutnya, tantangan menanamkan nasionalisme semakin besar di tengah derasnya arus informasi pada era digital. Karena itu, anak-anak perlu didekatkan dengan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan nyata di lingkungan tempat tinggal mereka.
Ia meminta Karang Taruna tidak membuat agenda Agustusan yang minim unsur edukasi.
Keterlibatan anak-anak secara langsung dinilai penting agar mereka tidak hanya menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga memahami simbol dan nilai yang terkandung dalam peringatan kemerdekaan.
Selain sejarah dan budaya, Cucun mengajak generasi muda menjadikan kegiatan Agustusan sebagai momentum membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satunya dengan mendorong kampanye memilah sampah dari rumah sebagai bentuk nasionalisme modern sekaligus kepedulian terhadap kelestarian daerah.
Cucun juga mengapresiasi inovasi warga RW 11 Desa Solokanjeruk yang membentangkan bendera Merah Putih sepanjang ratusan meter di jalan provinsi.
Menurutnya, aksi tersebut menjadi contoh kreativitas warga dalam menyebarkan pesan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga: 7 Ide Lomba 17 Agustusan untuk Ibu-ibu yang Seru dan Lucu
"Terobosan seperti ini dapat ditiru oleh RW lainnya untuk menghidupkan kembali rasa kebangsaan dari unit masyarakat terkecil," pungkasnya.