Sosok Jailani Pendaki yang Tewas di Gunung Argopuro Probolinggo, Ini Kronologis Kejadiannya
Musahadah August 08, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID I PROBOLINGGO - Ini lah sosok Jailani (22), pendaki yang meninggal dunia di Gunung Argopuro wilayah Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu (5/8/2026) lalu.

Jailani adalah pendaki asal  Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pria berusia 22 tahun ini meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB dan dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 16.45 WIB.

Setelah berhasil dievakuasi oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Polres Probolinggo serta anggota TNI, korban kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa Apriyantoro menyebut, berdasarkan informasi awal dari rekan korban, korban sebelumnya mengalami hipotermia dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Dimata Tetangga Maliya Finda yang Tewas di Gunung Piramid Dikenal Suka Menolong dan Dermawan 

"Setelah menerima informasi itu petugas bersama tim evakuasi dan unsur terkait segera melakukan proses evakuasi terhadap korban dari kawasan Puncak Gunung Argopuro," kata Ipda Widy, Sabtu (8/8/2026).

"Korban kemudian berhasil dievakuasi dan tiba di Kantor BKSDA Kecamatan Krucil pada Kamis 6 Agustus 2026 sekira pukul 04.00 WIB," imbuhnya.

Jenazah korban, lanjut Ipda Widy, kemudian dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan pemeriksaan dan permohonan Visum et Repertum (VER) jenazah. 

"Namun berdasarkan permintaan pihak keluarga korban tidak dilakukan autopsi lebih lanjut. Untuk penanganan kejadian lainnya sudah dilakukan," tutur Ipda Widy.

Berikut kronologi kejadian selengkapnya: 

1 Agustus 2026: Jailani dan rombongan mulai mendaki via Pintu Baderan, dengan rencana turun lewat Pintu Bermi.

Rawa Embik: Kondisi kesehatannya mulai menurun dan menunjukkan gejala hipotermia di ketinggian sekitar 2.750 mdpl.

4 Agustus 2026: Rekan korban melapor ke Pos Bermi untuk meminta bantuan evakuasi.

5 Agustus 2026: Tim SAR gabungan bersama BBKSDA Jawa Timur mendaki ke lokasi, namun korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

6 Agustus 2026: Jenazah berhasil dievakuasi melalui proses estafet, diperiksa di RSUD Waluyojati Kraksaan, lalu dipulangkan ke Sumenep

 Imbauan bagi Para Pendaki

PENDAKI MENINGGAL: Jasad Jailani (22) pendaki asal Kabupaten Sumenep setelah berhasil dievakuasi oleh petugas. Korban meninggal dunia karena hipotermia saat mendaki ke Gunung Argopuro, Kabupaten Probolinggo.
PENDAKI MENINGGAL: Jasad Jailani (22) pendaki asal Kabupaten Sumenep setelah berhasil dievakuasi oleh petugas. Korban meninggal dunia karena hipotermia saat mendaki ke Gunung Argopuro, Kabupaten Probolinggo. (Surya.co.id/ahsin faradisi)

Menanggapi insiden membahayakan ini, pihak kepolisian menyampaikan rasa duka yang mendalam serta mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat yang berencana mendaki gunung, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Para pendaki diimbau untuk selalu waspada terhadap faktor cuaca dan kesiapan fisik. 

“Turut berduka cita atas kejadian ini. Kami juga mengimbau khususnya para pendaki agar selalu memperhatikan fisik dan cuaca serta mengikuti arahan petugas maupun pengelola kawasan selama melakukan aktivitas pendakian,” pungkasnya.

Tentang Gunung Argopuro

Gunung Argopuro adalah kompleks gunung berapi purba non-aktif di Jawa Timur yang terkenal memiliki jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa (mencapai sekitar 40 hingga 60 kilometer).

Gunung dengan titik tertinggi 3.088 mdpl ini melintasi wilayah administratif beberapa kabupaten dan membutuhkan waktu pendakian sekitar 4 sampai 5 hari.

Gunung Argopuro terletak di antara Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang.

Jalur pendakian barat melalui Bermi (Probolinggo), sedangkan jalur pendakian timur melalui Baderan (Situbondo).

Umumnya pendaki melakukan pendakian lintas (traverse) dari Baderan dan turun di Bermi, atau sebaliknya. 

Gunung Argopuro memiliki tiga puncak utama, yaitu Puncak Arca, Puncak Argapura, dan Puncak Rengganis.

Puncak Rengganis merupakan area terbuka yang paling indah dan diselimuti sejarah masa lalu.

Terdapat tempat-tempat ikonik seperti Danau Taman Hidup dan padang savana luas seperti Cikasur yang dulunya merupakan bekas lapangan terbang masa kolonial. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.