Derbi Timnas Indonesia di Eredivisie: Nathan Tjoe-A-On Cetak Assist, tapi Dean James yang Menang
Zulfikar Pamungkas August 09, 2026 03:33 AM

Willem II Tilburg
Nathan Tjoe-A-On mencetak assist bagi Willem II dalam comeback-nya ke Eredivisie meski kalah dari klubnya Dean James, Go Ahead Eagles.

BOLASPORT.COM – Derbi pemain Timnas Indonesia di Eredivisie tercipta kala Go Ahead Eagles yang dibela Dean James berhadapan dengan Willem II yang dibela Nathan Tjoe-A-On.

Kedua tim bersua di pekan perdana Eredivisie 2026-2027 yang digelar di markas Go Ahead Eagles, Stadion De Adelaarshorst, Sabtu (8/8/2026) malam WIB.

Pada pertandingan tersebut, tuan rumah berhasil menumbangkan Willem II dengan skor telak 4-1.

Kemenangan ini didapat berkat comeback cemerlang usai The Eagles tertinggal lebih dulu dari tamunya.

Tim tamu berhasil unggul lebih dulu lewat tandukan Devin Haen yang menerima umpan silang dari Nathan Tjoe-A-On di menit ke-13.

Tetapi keunggulan itu tak bertahan lama setelah lawannya menyamakan kedudukan pada menit ke-30 lewat Soren Tengstedt.

Setelah bermain imbang 1-1 di paruh pertama, tuan rumah berhasil menambah tiga gol di babak kedua.

Tiga gol Go Ahead Eagles itu datang dari Melle Meulensteen pada menit ke-61, Erik Flataker (63’), dan Julius Dirksen (69’).

Walhasil derbi pemain Indonesia yang sama-sama berposisi sebagai bek kiri itu dimenangkan oleh Dean James.

Pada pertandingan ini, James dan Nathan sama-sama menjadi starter di mana nama pertama bermain selama 75 menit dan nama terakhir bermain penuh.

Dilansir BolaSport.com dari Fotmob, James mendapat rating lebih baik ketimbang Nathan yang bermain penuh dan mampu mencetak assist.

Tercatat James mendapat rating 7,3 usai membuat 3 peluang, 1 tembakan tepat sasaran, dan 42 operan sukses dari 45 percobaan.

Dalam bertahan, bek kiri berusia 26 tahun ini mencatatkan 2 tekel sukses dan 1 sapuan dengan tandukannya.

Di sisi lain, Nathan mendapat rating 6,4 meski berhasil membuat assist dan tampil penuh pada pertandingan ini.

Bek kiri berusia 24 tahun itu tercatat membuat 3 peluang dan melepaskan 4 tembakan yang jadi jumlah terbanyak dari satu pemain di laga ini.

Bahkan Nathan aktif dalam membantu pertahanan dengan membuat 5 sapuan, 2 intersep, serta hanya dilewati lawan sebanyak 1 kali saja.

Sayangnya catatan apiknya ini ternoda dengan kemampuannya dalam duel, di mana eks bek Swansea City itu hanya memenangkan 1 dari 8 duel di lapangan.

Tak mengherankan jika lemahnya Nathan dalam duel itu membuat ratingnya lebih buruk dari James.

Terlepas dari rating tersebut, Nathan bisa berbangga diri karena assistnya ini menandai comeback-nya di Eredivisie.

Di musim lalu, bek keturunan Semarang, Jawa Tengah, itu tampil di kasta kedua Liga Belanda atau Eerste Divisie.

Selain itu, assist ini menandai kebangkitannya yang sempat melempem saat membela Swansea City.

Sementara bagi James, laga ini menjadi titik balik kariernya setelah musim lalu diterpa skandal paspor gate.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.