Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris
TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Wakil Bupati Sarmi, Hj. Jumriati, SH, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) kabupaten itu, menyampaikan sambutan dalam kegiatan Launching Percepatan Penanganan Penurunan Stunting yang berlangsung di halaman parkir Pasar Sentral Mararena, Sarmi, Sabtu (8/8/2026).
Dalam sambutannya, Hj. Jumriati mengatakan stunting masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor, seperti kesehatan ibu dan anak, pola asuh, sanitasi, akses terhadap air bersih, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Menyikapi persoalan tersebut, TP3S terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor agar berbagai intervensi penanganan dapat berjalan secara terpadu, tepat sasaran, terukur, serta memberikan hasil nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran program.
Baca juga: Mimika Cetak 45 Pelatih dan Wasit Berlisensi Demi Ekosistem Sepak Bola
Hj. Jumriati menjelaskan, launching yang dilaksanakan tersebut menjadi penanda dimulainya gerakan bersama pemerintah dalam mempercepat penanganan dan penurunan stunting.
Kegiatan itu sekaligus menandai dimulainya Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara serentak di seluruh Puskesmas yang ada di sana.
Program PMT mulai dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di 11 Puskesmas yang tersebar dengan sasaran sebanyak 280 anak stunting. Anak-anak tersebut telah ditetapkan berdasarkan hasil pendataan, pengukuran, dan verifikasi yang dilakukan tenaga kesehatan di masing-masing wilayah kerja Puskesmas.
Pelaksanaan PMT akan berlangsung selama 45 hari berturut-turut. Selama program berjalan, anak-anak sasaran akan mendapatkan makanan tambahan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan.
Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Bertanggung Jawab Penembakan di Festival Lembah Baliem, Tolak Disebut KKB
Tenaga kesehatan bersama kader Posyandu juga akan melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala, meliputi konsumsi makanan tambahan, kondisi kesehatan, serta pengukuran berat badan dan tinggi atau panjang badan anak.
Selain intervensi langsung kepada anak, program tersebut juga akan melibatkan orang tua melalui edukasi mengenai pemenuhan gizi keluarga, pola asuh yang baik, pemberian makanan bagi bayi dan balita, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Setelah 45 hari pelaksanaan PMT, TP3S bersama Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi perkembangan setiap anak untuk menentukan tindak lanjut, termasuk kemungkinan pemberian makanan tambahan lanjutan selama 30 hari bagi anak yang masih membutuhkan intervensi.(*)
Gerakan Serentak: Pemkab Sarmi meresmikan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serentak di 11 Puskesmas mulai 8 Agustus 2026.
Sasaran Spesifik: Program ini menargetkan 280 anak stunting yang telah terverifikasi oleh tenaga kesehatan.
Masa Intervensi dan Pemantauan: Anak sasaran mendapatkan gizi tambahan selama 45 hari berturut-turut disertai pemantauan tumbuh kembang rutin.
Edukasi dan Evaluasi: Selain intervensi gizi, program mencakup edukasi pola asuh bagi orang tua dan evaluasi hasil untuk penanganan lanjutan.