Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Pengamat: John Herdman Butuh Waktu
Thomas August 09, 2026 09:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada Jumat (8/8/2026) tak perlu disikapi dengan kekecewaan berlebihan.

Pengamat sepak bola sekaligus Founder Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai hasil tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan skuad Garuda di bawah asuhan pelatih John Herdman.

Menurut Akmal, Piala AFF bukan ajang yang masuk dalam kalender resmi FIFA. Karena itu, turnamen tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Herdman untuk menguji strategi sekaligus melihat sejauh mana kedalaman skuad Timnas Indonesia.

"Persiapan timnas sangat minim karena Herdman baru bertugas pada Januari 2026. Di skuad utama, kombinasi pemain seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Emil Audero, hingga Rizky Ridho dan Beckham Putra sudah menunjukkan hasil positif," ujar Akmal kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).

"Namun, untuk meramu pelapis di tier kedua dengan pemain seperti Jordi Amat, Jens Raven, Tim Greypen, hingga Mitchel Baker, pelatih jelas butuh waktu," sambungnya.

Persiapan Timnas Indonesia Dinilai Masih Minim

Akmal menilai minimnya waktu persiapan menjadi salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan ketika mengevaluasi performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Skuad Garuda hanya menjalani pemusatan latihan (TC) singkat pada 26-30 Mei 2026. Dalam periode tersebut, Timnas Indonesia hanya menjalani laga internal dan tidak memiliki agenda uji coba internasional sebelum tampil di turnamen.

Situasi tersebut berbeda dengan sejumlah rival di kawasan Asia Tenggara.

Vietnam, misalnya, menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan dan melakoni empat pertandingan uji coba. Sementara Singapura menggelar persiapan selama 12 hari di Okinawa, Jepang, sekaligus menjalani pertandingan melawan sejumlah klub lokal.

"Secara jam terbang persiapan, kita jelas tertinggal. Kemenangan besar atas Kamboja dan Timor Leste belum cukup untuk mematangkan tim secara keseluruhan," kata Akmal.

Menurut dia, hasil pertandingan di fase grup tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas skuad asuhan Herdman. Timnas Indonesia masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk membangun chemistry serta memperkuat pemahaman antarpemain terhadap sistem permainan yang diterapkan sang pelatih.

Soroti Kepemimpinan Wasit

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat melawan Mozambik pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (9/6/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat melawan Mozambik pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (9/6/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Selain persoalan persiapan dan teknis tim, Akmal juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam pertandingan penentuan melawan Singapura.

Ia menilai sejumlah keputusan kontroversial dalam laga tersebut turut memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Beberapa di antaranya adalah keputusan terkait back-pass pemain Singapura, kartu merah yang dianggap kontroversial, serta dugaan posisi offside dalam proses terciptanya gol Singapura.

Akmal menyebut keputusan-keputusan tersebut membuat pertandingan semakin sulit bagi Timnas Indonesia.

Minta John Herdman Tetap Dipertahankan

Akmal juga mengingatkan publik agar tidak membandingkan skuad saat ini dengan Timnas Indonesia pada era sebelumnya.

Menurutnya, tim yang dibangun Herdman masih berada dalam tahap awal. Para pemain belum sepenuhnya padu dan masih membutuhkan waktu untuk memahami filosofi serta sistem permainan yang diinginkan pelatih asal Inggris tersebut.

Karena itu, Akmal meminta agar John Herdman tetap mendapat kepercayaan untuk menangani Timnas Indonesia.

Ia menilai ujian yang lebih penting justru akan datang ketika Garuda menghadapi persaingan di level Asia.

"Meski di ajang ASEAN Cup FIFA dua bulan lagi hasilnya mungkin belum terlalu mengkilap, saya berharap ada peningkatan permainan dari AFF ini," ujar Akmal.

"Kita semua harus tetap mendukung Timnas dan John Herdman, karena ini semua adalah bagian dari proses menuju kematangan. Saya yakin beliau punya strategi kunci untuk mewujudkan Timnas Indonesia yang berkualitas di level Asia," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.