Kematian Sutrimo Janggal? Keluarga Lapor Polisi Usai Dituduh Terima Uang Rp1 Miliar: Tolong Usut!
jonisetiawan August 09, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kematian Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarganya.

Pria yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan itu mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapat penanganan medis di rumah sakit. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan pada malam yang sama.

Saat itu, keluarga mengaku tidak menemukan kejanggalan pada kondisi jenazah. Tubuh Sutrimo disebut dalam keadaan bersih dan telah dikafani.

Karena tidak melihat sesuatu yang mencurigakan, keluarga pun menerima kepergiannya sebagai sebuah kematian yang dianggap wajar.

Namun, situasi berubah setelah berbagai kabar mengenai kematian Sutrimo beredar. Informasi yang simpang siur membuat keluarga merasa perlu mencari kepastian.

Keluarga akhirnya memilih melapor ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) malam. Laporan tersebut bukan untuk menunjuk pihak tertentu sebagai terlapor, melainkan untuk meminta aparat memastikan bagaimana sebenarnya Sutrimo meninggal.

Baca juga: Susno Duadji Nilai Sutrimo Saksi Penting, Tahu Aktivitas di Rumah Febrie, Kematiannya Tak Wajar

Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Jakarta Selatan

Sutrimo sebelumnya ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik di wilayah Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Jenazah Sutrimo selanjutnya dipulangkan ke Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas. Pada Kamis malam, jenazah tiba di kampung halaman dan langsung dimakamkan oleh keluarga.

Tidak ada kecurigaan besar yang muncul pada saat itu.

Keluarga bahkan sempat membuka kain kafan untuk melihat kondisi jenazah. Dari pengamatan mereka, wajah dan tubuh Sutrimo terlihat dalam kondisi bersih dan tidak menunjukkan sesuatu yang membuat keluarga curiga.

Jenazah Bersih, Keluarga Tak Menaruh Curiga

Tukim, kakak tiri Sutrimo, mengungkapkan bahwa keluarga saat itu sama sekali tidak mengetahui adanya persoalan lain di balik kematian Sutrimo.

Setelah jenazah tiba, keluarga melakukan proses sebagaimana lazimnya pemakaman. Kain kafan sempat dibuka dan kondisi tubuh Sutrimo diperiksa secara langsung oleh pihak keluarga.

Tidak ditemukan sesuatu yang dianggap janggal.

"Jenazah (sudah dalam kondisi) bersih, sudah dikain kafan, (sempat) dibuka, enggak ada kecurigaan apa-apa. Makanya dari keluarga langsung mengikhlaskan karena namanya orang kampung, keadaan jenazah bersih jadi tidak ada kecurigaan apa-apa," ujar Tukim.

Karena tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, keluarga akhirnya memutuskan untuk langsung memakamkan Sutrimo malam itu juga.

Pada saat tersebut, keluarga belum mengetahui berbagai informasi yang kemudian muncul ke publik mengenai kematian Sutrimo.

PENJAGA RUMAH FEBRIE - (kiri) Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, (kanan) Sutrimo, penjaga rumah Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dengan mulut dan telinga berbusa
PENJAGA RUMAH FEBRIE - (kiri) Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, (kanan) Sutrimo, penjaga rumah Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dengan mulut dan telinga berbusa (Tribunnews.com/Jeprima | Instagram Kementerian Kurangajar)

Ponsel Sutrimo Tak Ikut Diserahkan kepada Keluarga

Selain persoalan penyebab kematian, keluarga juga mengungkap adanya barang pribadi Sutrimo yang tidak mereka terima ketika proses serah terima jenazah.

Tukim mengatakan, pihak keluarga hanya menerima sejumlah dokumen dan santunan. Sementara barang pribadi seperti ponsel milik Sutrimo tidak diserahkan kepada keluarga.

"Ponsel enggak ada, cuma KTP, santunan Rupiah 20 juta, yang menerima bapak saya, sama surat keterangan dari rumah sakit," ungkap Tukim usai membuat laporan di Mapolresta Banyumas, Sabtu (8/8/2026) malam.

Keluarga juga mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas orang yang mengantarkan jenazah Sutrimo ke kampung halaman.

Tukim mengatakan dirinya mengenali orang tersebut secara fisik, tetapi tidak mengetahui namanya.

"Yang mengantarkan saya tidak tahu, tahu orangnya tapi enggak tahu namanya," katanya.

Keterangan mengenai barang pribadi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang ingin dipastikan keluarga melalui laporan kepada kepolisian.

Baca juga: Susno Duadji Merasa Kematian Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah Janggal, Soroti Reaksi Keluarga: Aneh

Kabar Soal Pekerjaan Sutrimo Ikut Menjadi Sorotan

Sutrimo disebut-sebut bekerja sebagai penjaga rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Namun, pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai pekerjaan Sutrimo di Jakarta.

Ketika ditanya mengenai pekerjaan almarhum, Tukim hanya mengatakan bahwa yang diketahui keluarga adalah Sutrimo memang bekerja di Jakarta.

"Tahunya (bekerja di Jakarta)," kata Tukim.

Keluarga juga menegaskan tidak ingin mengaitkan kematian Sutrimo dengan nama atau pihak tertentu karena mereka sendiri belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi.

Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi

Berbagai kabar yang muncul setelah Sutrimo dimakamkan membuat keluarga merasa tidak nyaman.

Awalnya, keluarga sama sekali tidak memiliki dugaan mengenai adanya kejanggalan. Mereka percaya bahwa Sutrimo meninggal setelah sebelumnya ditemukan tidak sadarkan diri dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Namun, kabar yang berkembang kemudian membuat keluarga ingin mendapatkan kepastian.

Penasihat hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan pihaknya mendampingi keluarga membuat laporan ke Polresta Banyumas untuk meminta penyelidikan mengenai penyebab kematian.

Aan menjelaskan, keluarga pada awalnya tidak mencurigai kematian Sutrimo. Persoalan justru muncul setelah berbagai informasi mengenai kasus tersebut beredar di tengah masyarakat.

Kabar mengenai tudingan tersebut membuat keluarga merasa perlu mengambil langkah untuk memperoleh kejelasan.

Baca juga: Polisi Akan Bongkar Makam Sutrimo Terduga Karumga Febrie Adriansyah, Sejumlah Saksi Diperiksa

Ingin Memastikan Kematian Wajar atau Tidak

Laporan yang dibuat keluarga tidak diarahkan kepada orang tertentu.

Aan mengatakan, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian. Mereka hanya ingin mengetahui apakah kematian Sutrimo benar-benar terjadi secara wajar atau terdapat hal lain yang perlu diungkap.

"Keluarga juga ingin tahu, ingin memastikan apakah itu kematiannya wajar atau tidak. Keluarga tidak punya siapa terlapornya, diserahkan ke penyidik," kata Aan.

Menurutnya, keluarga juga sepakat untuk tidak menyebut nama pihak tertentu karena mereka tidak mengetahui secara pasti latar belakang kejadian yang menimpa Sutrimo.

"Keluarga sepakat tidak menyebut siapa pun, tahunya (bekerja) di Jakarta," kata Aan.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa keluarga tidak ingin membuat kesimpulan sendiri sebelum hasil penyelidikan kepolisian diketahui.

Keluarga Terganggu Kabar yang Simpang Siur

Keponakan Sutrimo, Abi, mengatakan bahwa kabar yang beredar mengenai kematian pamannya telah berkembang ke berbagai arah.

Situasi tersebut akhirnya mengganggu ketenangan keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka di Banyumas.

Karena itu, laporan kepada kepolisian diharapkan dapat menjadi jalan untuk menghentikan berbagai spekulasi sekaligus memberikan jawaban yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Polisi Diminta Mengungkap Fakta Sebenarnya

Kini, keluarga menyerahkan seluruh proses kepada aparat penegak hukum.

Mereka tidak menyebut siapa yang harus bertanggung jawab dan tidak mengarahkan tuduhan kepada pihak tertentu. Fokus keluarga hanya satu: mengetahui penyebab kematian Sutrimo secara jelas.

Pertanyaan mengenai kondisi Sutrimo ketika ditemukan, penanganan medis yang diterimanya, proses pemulangan jenazah, hingga keberadaan barang-barang pribadi seperti ponsel menjadi bagian dari informasi yang diharapkan dapat dijelaskan melalui proses penyelidikan.

Bagi keluarga, kematian Sutrimo bukan sekadar kabar duka yang harus diterima. Setelah muncul berbagai informasi yang saling bersimpangan, mereka membutuhkan kepastian agar tidak terus dihantui tanda tanya.

Terlebih, jenazah Sutrimo telah dimakamkan sejak Kamis (23/7/2026) malam dalam kondisi yang menurut keluarga terlihat bersih dan tanpa tanda mencurigakan.

Kini, keputusan berada di tangan penyidik.

Keluarga memilih menunggu proses hukum berjalan untuk mengetahui apakah kematian Sutrimo benar-benar merupakan kematian yang wajar atau justru terdapat fakta lain yang selama ini belum terungkap.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.