TRIBUNNEWS.COM – Jose Mourinho mengungkap sejumlah kelemahan Real Madrid meski berhasil mengalahkan Ferencvaros 2-1 dalam pertandingan persahabatan pramusim.
Dua gol Real Madrid di Groupama Arena, Budapest, dicetak Mario Rivas pada menit ke-41 dan Carlos Espi pada menit ke-49. Sementara itu, gol Ferencvaros dicetak Kenan Kodro pada menit ke-57.
Meski meraih kemenangan, Mourinho menilai masih ada sejumlah aspek yang harus segera diperbaiki skuad Los Blancos sebelum kompetisi resmi musim 2026/2027 dimulai.
Pelatih asal Portugal itu secara khusus menyoroti perbedaan performa Real Madrid pada babak pertama dan kedua.
Menurut Mourinho, babak pertama berjalan lebih baik karena diisi pemain yang sudah menjalani latihan dan pertandingan lebih banyak.
"Saya lebih menyukai babak pertama daripada babak kedua. Itu tidak mengejutkan saya. Babak pertama dimainkan oleh tim yang telah kami latih dan yang telah memainkan beberapa pertandingan sebelumnya, jadi ada lebih banyak koneksi antar pemain di lapangan," ujar Mourinho, dikutip dari laman Real Madrid.
"Kami memiliki kendali yang sangat baik atas permainan."
Memasuki babak kedua, Mourinho melakukan sejumlah perubahan dengan memasukkan Vinicius Junior dan Bernardo Silva.
Keduanya baru menjalani beberapa sesi latihan setelah mendapatkan waktu libur sehingga kondisi fisiknya belum setara dengan pemain lain.
Mourinho juga mengubah posisi Endrick. Perubahan tersebut membuat organisasi permainan Real Madrid sedikit menurun.
Namun, Mourinho justru menganggap kesalahan yang muncul sebagai bagian penting dari proses persiapan tim.
"Kami sedikit kehilangan organisasi permainan, tetapi yang lebih penting daripada melakukan semuanya dengan sempurna adalah membuat beberapa kesalahan yang memungkinkan saya untuk merenung bersama para pemain, menganalisisnya, dan selalu meningkatkan diri," katanya.
Mourinho kemudian memberikan contoh kesalahan yang menurutnya tidak boleh terjadi ketika Real Madrid sudah memasuki pertandingan kompetitif.
"Contoh yang sangat sederhana: dalam pertandingan liga, jika Anda unggul 2-1 pada menit ke-47, Anda tidak boleh melakukan umpan vertikal, Anda tidak boleh kehilangan bola, dan Anda tidak boleh mengakhiri pertandingan dengan pelanggaran berbahaya, seperti yang terjadi," ujarnya.
"Pada menit ke-47, Anda harus tahu apa yang harus dilakukan. Semua kesalahan kecil yang terakumulasi dalam pertandingan-pertandingan ini bermanfaat bagi saya."
Baca juga: Mourinho Ingin Jinakkan Tantrum Vinicius, Cosplay Figur Ayah di Real Madrid
Mourinho Soroti Kondisi Vinicius
Pertandingan melawan Ferencvaros menjadi laga pramusim pertama Vinicius Junior setelah kembali bergabung dengan skuad Real Madrid.
Mourinho menilai hal terpenting dari penampilan Vinicius adalah perkembangan kondisi fisiknya.
Menurutnya, pemain asal Brasil tersebut masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik karena baru menjalani beberapa sesi latihan.
"Yang terpenting adalah pembaruan kondisinya. Ini adalah kebahagiaan baginya dan bagi kita semua," kata Mourinho.
"Dia dan Bernardo Silva baru menjalani beberapa sesi latihan. Yang lain sudah berlatih beberapa minggu lebih lama dan memasuki pertandingan dengan merasakan kelelahan akibat kerja keras yang telah kita lakukan."
Vinicius sendiri belum mampu menunjukkan ketajamannya secara maksimal dalam pertandingan tersebut.
Pada menit ke-90+2, pemain asal Brasil itu gagal memanfaatkan peluang emas setelah kalah cepat dari pemain Ferencvaros dalam mengejar bola terobosan.
Mourinho menilai hal tersebut merupakan bagian dari proses Vinicius untuk mengembalikan kondisi terbaiknya.
"Saya tidak menyangka Vini Jr. akan mengambil bola dari jarak 50 meter dan mencetak gol hari ini. Ini adalah sebuah proses," ujarnya.
"Tentu saja, Rabu depan dia akan lebih baik, dan Minggu depan di Jerman, bahkan lebih baik lagi."
Mourinho Soroti Fisik Bernardo Silva
Selain Vinicius, Bernardo Silva juga mendapatkan kesempatan menjalani debut pramusim bersama Real Madrid.
Mourinho menilai gelandang asal Portugal itu masih membutuhkan peningkatan kondisi fisik karena baru kembali dari masa liburan.
"Bernardo Silva sangat penting, tetapi dia baru saja berlibur. Dia tipe pemain yang mendapat manfaat mental dari tidak melakukan apa pun saat liburan, jadi dia kembali dalam kondisi fisik yang jauh lebih rendah dan perlu ditingkatkan," tutur Mourinho.
Meski begitu, Mourinho tetap memuji kualitas Bernardo.
Menurutnya, mantan pemain Manchester City tersebut dapat memberikan banyak pilihan dalam membangun serangan karena mampu bermain di sejumlah posisi.
"Dia pemain yang luar biasa. Dia memberikan opsi untuk mengoper bola jika bermain lebih dalam. Jika dia bermain di posisi 6-8, dia memberi kami progres bola yang hebat," katanya.
Mourinho bahkan mengubah posisi Bernardo Silva ke posisi nomor 10 setelah melihat sang pemain mulai kesulitan secara fisik.
"Selama pertandingan, saya menyadari dia sedikit kekurangan kekuatan fisik, jadi saya memindahkannya ke posisi 10, memasukkan Cestero untuk memberi kami lebih banyak stabilitas di sana. Di posisi 10, Bernardo Silva juga nyaman."
Mourinho menilai kemampuan Bernardo bermain di berbagai posisi menjadi keuntungan besar bagi Real Madrid.
"Dia adalah pemain yang bisa bermain di tiga atau empat posisi. Untuk seorang pelatih dan skuad yang ingin kami pertahankan agar tetap kecil, saya kira sekitar 20 pemain ditambah yang cedera seperti Militão, Rodrygo, dan Mendy, kami membutuhkan pemain seperti Bernardo Silva yang dapat beradaptasi dengan posisi yang berbeda," pungkas Mourinho.
(Tribunnews.com/Ali)