Iran Serang Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz, Arab Saudi Kecam
Faisal Zamzami August 09, 2026 01:03 PM

 


SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kapal tanker milik perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran serangan militer Iran saat melintas di Selat Hormuz.

Pemerintah UEA mengecam keras tindakan tersebut dan menilai serangan terhadap kapal komersial itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta mengancam kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis dunia.

Dilansir Al Jazeera, Sabtu (8/8/2026), insiden tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) waktu setempat. Kapal tanker yang disebut milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dilaporkan ditembak oleh militer Iran ketika sedang melintas di kawasan Selat Hormuz.

UEA kemudian menyampaikan kecaman melalui Kementerian Luar Negeri. Abu Dhabi menilai tindakan tersebut tidak hanya membahayakan kapal dan awaknya, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan pelayaran internasional serta stabilitas pasokan energi global.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 2817.

Resolusi tersebut antara lain menekankan pentingnya kebebasan navigasi dan menolak tindakan penargetan terhadap kapal komersial yang beroperasi di perairan internasional.

"Kementerian menegaskan bahwa penargetan pelayaran komersial serta penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan atau pemerasan ekonomi merupakan tindakan pembajakan oleh Garda Revolusi Iran dan menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan beserta penduduknya, serta terhadap keamanan energi global," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.

Baca juga: Iran: Pasukan Asing Angkat Kaki, Selat Hormuz Dibuka Jika AS Penuhi Syarat Kami

Arab Saudi Kecam Serangan Iran

Serangan terhadap kapal tanker UEA tersebut juga memicu reaksi keras dari Arab Saudi.

Riyadh menyatakan bahwa tindakan Iran dapat mengancam keamanan dan keselamatan pelayaran maritim, sekaligus meningkatkan risiko terhadap kelancaran pasokan energi dunia.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Saudi juga menegaskan bahwa Iran harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari tindakan militernya.

"Kerajaan menganggap Iran bertanggung jawab atas konsekuensi dari agresi yang terus dilakukannya dan menuntut agar Iran segera menghentikan pelanggaran-pelanggaran ini demi menjaga keamanan, stabilitas, dan keselamatan kawasan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Arab Saudi juga menyampaikan kecaman dan penolakan keras terhadap serangan tersebut.

Riyadh menegaskan kembali solidaritasnya kepada UEA serta mendukung langkah-langkah yang ditempuh Abu Dhabi untuk mempertahankan kedaulatan dan melindungi sumber daya nasionalnya.

"Kerajaan menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan negara sahabat Uni Emirat Arab serta dukungannya terhadap segala langkah yang diambil UEA untuk menjaga kedaulatan dan sumber dayanya," lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga: Iran ke AS: Penuhi Syarat Kami Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka Penuh

Selat Hormuz Jadi Titik Strategis

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi penghubung antara Teluk Persia dan Teluk Oman sebelum menuju Laut Arab.

Jalur tersebut sangat penting bagi perdagangan energi internasional. Sejumlah negara produsen minyak dan gas di kawasan Teluk menggunakan Selat Hormuz untuk mengirimkan komoditas energi ke berbagai pasar dunia.

Karena itu, setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas, mulai dari meningkatnya risiko terhadap kapal dagang hingga terganggunya distribusi energi dan naiknya harga minyak dunia.

Serangan terhadap kapal tanker UEA ini pun berpotensi memperbesar ketegangan antara Iran dan sejumlah negara Arab Teluk.

Kecaman dari UEA dan Arab Saudi menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak hanya dipandang sebagai persoalan bilateral, tetapi juga menyangkut keamanan regional dan kebebasan navigasi internasional.

Situasi tersebut membuat perkembangan keamanan di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia internasional, terutama karena kawasan itu memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.