Muhammadiyah Teguhkan Komitmen Dakwah di Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua
Hans Arnold Kapisa August 09, 2026 12:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Peringatan 666 tahun Islam Masuk Tanah Papua (IMTP) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk merawat warisan dakwah sekaligus menatap masa depan umat di Bumi Cenderawasih.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, Syamsul Inay, menegaskan bahwa peringatan tahun ini terasa istimewa dengan puncak acara pada 8 Agustus 2026.

“Momen bersejarah ini memperkuat akar tradisi sekaligus membuka jalan dakwah ke depan,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).

Syamsul menjelaskan, Islam yang pertama kali hadir di Fakfak kini berkembang pesat dan menyatu dengan budaya lokal, meski terdapat beragam perspektif sejarah.

“Di tengah ragam versi historis, termasuk pandangan adat dan legenda rakyat, peringatan ini memaknai jejak peradaban yang ditinggalkan para pendahulu,” katanya.

Baca juga: 666 Tahun IMTP, Bupati Samaun Dahlan Serukan Umat Muslim Tebar Nilai Rahmatan Lil Alamin

Ia menekankan bahwa angka 666 tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan simbol besarnya warisan nilai luhur.

“Peradaban yang diwariskan mencakup tata cara hidup santun, ukhuwah yang mengikat suku dan bangsa, sistem perdagangan yang jujur, hingga tata kelola masyarakat berlandaskan keadilan,” tegas Syamsul.

Pandangan senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua PWM Papua Barat, Mulyadi Djaya.

Ia mengajak umat menjadikan momentum ini sebagai pijakan dakwah yang mencerahkan.

“Mari jadikan momen ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan komitmen masa depan,” ujarnya.

Mulyadi juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, merawat toleransi, dan mewujudkan Islam berkemajuan yang mengajak pada ilmu, pekerjaan mulia, serta keadilan bagi seluruh anak Papua.

“Warisan leluhur adalah kekuatan kita membangun tanah air yang makmur dan beradab,” tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.