POS-KUPANG.COM, SOE - Tim PKM dosen Agroteknologi Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Wanita Tani Mansek, Desa Tuapanaf, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan PKM tersebut mengusung judul “Model Pertanian Terpadu Berbasis Air Sumur dan Ekonomi Sirkular” dan diarahkan untuk memperkuat kapasitas petani melalui penerapan teknologi pertanian sederhana, efisiensi pemanfaatan air, serta pengembangan tanaman hortikultura.
TIM PKM dosen Agroteknologi tersebut diketuai oleh Dr. Ir. Max Junus Kapa, M.Si dan berisikan tujuh anggota, yaitu Dr. Jesayas A. Londingkene, S.P., M.P., Ir. Elias St. O. Nguru, M.Si., Peters Oktovians Bako, S.P., M.Si., Diana Y.L. Serangmo, S.P., M.P., Don Harrison Kadja, S.P., M.Sc., Petronella S. Nenotek, S.P M.Si., Mariano Trivandy Ngasu Nganggo, S.P., M.Sc.
Kegiatan PKM diawali dengan pembukaan oleh Ave Agustinus Dun, S.E., Kepala Desa Tuapanaf. Ave dan Kelompok Wanita Tani Mansek menyambut baik kehadiran tim PKM dosen Agroteknologi Universitas Nusa Cendana.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian TIM PKM terhadap pengembangan usaha tani Kelompok Wanita Tani Mansek.
Baca juga: Undana Tegaskan Pembatalan 12 Kali Ujian Skripsi Mahasiswi FKM Itu Hoax
Setelah pembukaan, Ketua Tim PKM Undana, Dr. Ir. Max Junus Kapa, M.Si., menjelaskan tujuan kedatangan tim PKM kepada Kelompok Tani Mansek. Selanjutnya , Max menyebutkan salah satu fokus utama kegiatan PKM ini adalah memperkenalkan model pertanian irigasi tetes yang mampu memanfaatkan air sumur secara efisien dan berkelanjutan dan
Ekonomi Sirkular.
"Irigasi tetes diperkenalkan sebagai teknologi yang memungkinkan air dialirkan secara perlahan dan terarah ke sekitar perakaran tanaman. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu petani menggunakan air secara lebih efisien, sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan pertanian", jelas Max.
"Konsep ekonomi sirkular yang menjadi bagian dari tema kegiatan juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan sumber daya secara optimal dengan mengurangi pemborosan dan memaksimalkan kembali potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya dan keberlanjutan lingkungan", sambung Max.
Kegiatan PKM tersebut kemudian disambung dengan demonstrasi pemasangan sistem irigasi tetes kepada anggota Kelompok Tani Mansek.
Demonstrasi dilakukan secara langsung agar Kelompok Wanita Tani Mansek dapat memahami tahapan pemasangan, pengaturan aliran air, hingga cara pemanfaatan sistem tersebut dalam kegiatan budidaya tanaman. Tim PKM dosen Agroteknologi dibantu oleh kelima mahasiswa sebagai tenaga pendamping dalam demonstrasi irigasi tetes. kelima tenaga pendamping tersebut adalah Hendra Manase Malo, Aditya J . Saputra Lomi, Calistus Caravario Yarunta, Maximilianus Beke Taa, dan Oskar Pawolung.
Selain demonstrasi irigasi tetes, kegiatan PKM juga diisi dengan pembagian bibit tanaman terong, cabai, dan bibit stek batang buah naga kepada Kelompok Wanita Tani Mansek. Pemberian bibit terong dan cabai sebagai bentuk dukungan ketersediaan pangan sedangkan penyerahan bibit stek batang buah naga www kepada Kelompok Wanita Tani Mansek adalah upaya keanekaragaman tanaman dan peningkatan pendapatan
Ketua Kelompok Wanita Tani, Nonci Lina Manbait memberikan respons positif atas kedatangan TIM PKM. Nonci mengaku kegiatan tersebut meningkatkan pengetahuan baru tentang teknologi irigasi tetes sebagai solusi pemanfaatan air secara efisien.
"Kami harap kedepannya, TIM PKM dapat mengunjungi lokasi setiap seminggu sekali karena ini merupakan hal baru bagi kami. Kami butuh pendampingan lanjut agar kedepannya bisa menerapkan ini untuk seterusnya," pungkas Nonci. (*)