Iran Pasang Harga 'Mahal' Buka Selat Hormuz, Militer AS Diusir hingga Harus Angkat Kaki dari Teluk
Aura Dewi Arafuru August 09, 2026 05:42 PM

Iran disebut menyiapkan syarat ketat untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia.

Salah satu tuntutan yang mencuat adalah pembatasan kapal perang Amerika Serikat melintasi selat tersebut.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya Teheran memperbesar kendali atas jalur strategis di Teluk Persia.

Tuntutan tersebut muncul di tengah perundingan Iran dan Oman yang bertindak sebagai mediator dalam pembahasan pembukaan jalur pelayaran.

Namun, Washington menegaskan tidak akan menerima pembatasan maupun pungutan terhadap kapal militernya.

AS juga menginginkan jaminan bahwa kapal-kapalnya tetap dapat melintas secara bebas.

Di sisi lain, draf aturan yang dikaitkan dengan Iran memuat tuntutan yang jauh lebih berat.

Teheran disebut meminta AS mencabut blokade angkatan laut dan sanksi terhadap Iran.

Iran juga menuntut penarikan pasukan militer AS dari sekitar wilayahnya serta pembayaran ganti rugi perang.

Aset Iran yang dibekukan dan serangan terhadap sekutu Teheran juga disebut masuk dalam daftar tuntutan.

Jika syarat tersebut diterapkan, pembukaan Hormuz berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di kawasan Teluk.

Apalagi, serangan Iran terhadap sejumlah pangkalan AS disebut telah mendorong Pentagon merelokasi sebagian aset tempurnya menjauh dari area Teluk Persia.

Direktur Program Timur Tengah Defense Priorities, Rosemary Kelanic, menilai ruang gerak militer AS di kawasan tersebut kini semakin terbatas.

Kondisi ini membuat negara-negara Teluk menghadapi dilema besar.

Hal itu lantaran mereka membutuhkan jalur Hormuz untuk menjaga kelancaran ekspor energi.

Sejumlah negara bahkan mulai mempertimbangkan jalur alternatif melalui pipa menuju Laut Merah dan Teluk Oman.

Namun, jalur alternatif tersebut belum tentu menghilangkan ancaman terhadap infrastruktur energi jika konflik kembali meningkat.

Karena itu, pembukaan Selat Hormuz kini bukan sekadar persoalan pelayaran.

Negosiasi tersebut juga menjadi pertarungan kepentingan antara Iran dan AS untuk menentukan siapa yang memiliki pengaruh terbesar di jalur strategis Teluk Persia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.