Liputan6.com, Jakarta - AC Milan mendapat peringatan serius dari laga pramusim kontra Chelsea. Setelah sempat menunjukkan perkembangan saat menghadapi Celtic dan Inter, Rossoneri justru tampil tanpa daya dalam kekalahan 0-3.
Milan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Jalannya pertandingan bahkan membuat skor akhir berpotensi lebih besar jika Chelsea mampu memaksimalkan seluruh peluang.
Tuttosport menyebut Milan sebagai tim yang masih dalam tahap pengembangan atau work in progress. Penilaian tersebut cukup menggambarkan kondisi tim, tetapi waktunya mulai mengkhawatirkan karena musim baru segera dimulai.
Ruben Amorim tetap yakin Milan akan siap menghadapi Torino. Namun, hasil pramusim menunjukkan ada beberapa pekerjaan penting yang harus diselesaikan sebelum kompetisi resmi bergulir.

Amorim membutuhkan skuad yang lebih sesuai dengan karakter permainan yang ingin diterapkannya. Saat ini, jumlah pemain terlalu banyak sehingga Milan perlu aktif menjual beberapa pemain dalam waktu dekat.
Nama-nama seperti Rafael Leao, Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, Samuele Ricci, Pervis Estupinan, Santiago Gimenez, Zachary Athekame, dan David Odogu termasuk yang disebut berada dalam pusaran evaluasi. Ruben Loftus-Cheek dan Yunus Musah juga berpotensi masuk daftar pemain yang dilepas.
Masalahnya, menjual banyak pemain dalam waktu singkat bukan pekerjaan mudah. Milan hanya memiliki sekitar tiga pekan untuk merapikan skuad sebelum batas akhir bursa transfer.
Situasi tersebut membuat aktivitas penjualan sama pentingnya dengan perekrutan pemain baru. Amorim membutuhkan komposisi yang lebih ramping agar persiapan taktik dapat berjalan secara maksimal.

Amorim menginginkan Milan memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola, agresif dalam melakukan pressing, dan cepat melakukan serangan vertikal. Namun, karakter tersebut hampir tidak terlihat ketika Rossoneri menghadapi Chelsea.
Kondisi itu menunjukkan adanya persoalan kompatibilitas antara sejumlah pemain dan sistem yang diinginkan Amorim. Pelatih asal Portugal tersebut membutuhkan pemain yang mampu menjalankan tuntutan taktiknya secara konsisten.
Tiga laga pramusim juga memberikan gambaran mengenai keterbatasan skuad saat ini. Evaluasi memang diperlukan, tetapi proses tersebut harus segera menghasilkan keputusan karena musim baru tinggal dua pekan lagi.
Amorim masih memiliki waktu untuk memperbaiki Milan sebelum menghadapi Torino. Namun, waktu tersebut harus dimanfaatkan untuk merampungkan komposisi skuad dan membangun identitas permainan yang sejauh ini belum terlihat.
Sumber: SempreMilan