Festival Ayam Panggang Ledok Kulon, Ribuan Warga Bojonegoro Bakar Ayam di Tungku Sepanjang 100 Meter
Alga W August 09, 2026 06:32 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Tak biasanya Jalan Letda Suradji, Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro, dipenuhi ribuan warga.

Mereka bukan untuk menyaksikan konser atau pertunjukan, melainkan memanggang ayam bersama dalam Festival Ayam Panggang pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Baca juga: Kebakaran Hutan TNBTS Makin Meluas, Jarak Kobaran Api 3 Kilometer dari Pemukiman di Lumajang

Lebih kurang ada 2.000 orang mulai orang tua, para pemuda, hingga anak-anak.

Dalam festival ini, sedikitnya, ada 1.500 potong ayam sudah berbumbu dan siap dipanggang disediakan panita.

Potongan ayam lalu dipanggang pengunjung secara mandiri pada tungku panggang berbara arang, membentang sepanjang 100 meter yang disiapkan panitia.

Kepulan asap dan semerbak aroma sedap dari ayam yang dipanggang memenuhi kawasan tersebut.

Suasana riuh penuh kebersamaan membuat festival ini semakin semarak.

Adapun pengunjung Festival Ayam Panggang tersebut bukan saja warga Kelurahan Ledok Kulon, namun, juga dari wilayah lain.

Beda kelurahan maupun kecamatan, bahkan luar Bojonegoro.

Festival Ayam Panggang Kelurahan Ledok Kulon ini semakin istimewa ketika Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah bersama suami dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Elzadeba Agustina serta Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (DisdagkopUM) Bojonegoro Moh Akhmadi turut hadir.

Mereka ikut ambil bagian memanggang ayam bersama warga.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi inisiasi kegiatan Festival Ayam Panggang tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar pesta kuliner, tetapi juga mencerminkan semangat kemandirian ekonomi masyarakat Ledok Kulon.

"Acara (Festival Ayam Panggang) ini luar biasa. Suatu kebanggaan bagi Ledok Kulon dan kami," tuturnya.

Festival ayam panggang ini, menurut dia, mencerminkan budaya perekonomian warga di Kelurahan Ledok Kulon yang merupakan pedagang ayam segar di pasar-pasar.

"Masyarakat di sini benar-benar punya kemandirian ekonomi. Menggambarkan nek ora obah ora mamah," kagumnya.

Nurul berharap, kegiatan Festival Ayam Panggang ini tidak sebatas acara seremonial belaka.

Ia mendorong agar festival ini dapat dikembangkan menjadi agenda runtin, menyerupai car free night (CFN) atau menjadi satu rangkaian acara Haul Ki Andong Sari.

"Ke depan bisa dimasukkan dalam kalender event tahunan Pemkab Bojonegoro dalam rangkaian acara haul Ki Andong Sari," imbuhnya.

Baca juga: Pemicu Pria Disekap di Sampang selama 3 Hari Diduga Imbas Persoalan Utang Rp300 Juta

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ayam Panggang, Khorij Zaenal Assrori mengatakan, kegiatan ini lahir dari inisiatif masyarakat Ledok Kulon, khususnya para pedagang ayam.

Menurut Khorij, sedikitnya terdapat 65 warga Ledok Kulon yang selama ini berprofesi sebagai pedagang ayam segar di berbagai pasar.

"Acara ini menguatkan Kelurahan Ledok Kulon sebagai kampungnya pedagang ayam," ungkap Khorij.

Ia menyebut, aktivitas perdagangan ayam yang dilakukan puluhan warga tersebut memiliki perputaran ekonomi cukup besar.

Dalam sehari, perputaran uang dari 65 pedagang ayam tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta.

Jika dikalkulasikan selama satu bulan, nilai transaksi tersebut bahkan bisa menembus miliaran rupiah.

Festival Ayam Panggang pun diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat identitas Ledok Kulon sebagai kampung pedagang ayam.

Selain itu, Khorij juga menambahkan, Festival Ayam Panggang merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar masyarakat Ledok Kulon.

Setelah festival tersebut, warga juga akan menggelar Jazz Bengawan, sebuah event tahunan yang menjadi agenda rutin di kawasan tersebut.

"Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan warga Ledok Kulon, ivent selanjutnya dalam waktu dekat ada Jazz Bengawan," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.