TRIBUNGORONTALO.COM – Kebakaran lahan terjadi di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (8/8/2026).
Kebakaran tersebut membuat api menjalar di area lahan milik warga dan sempat sulit dikendalikan karena kondisi angin kencang.
Komandan Operasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 12.53 Wita.
"Laporan kami terima dari masyarakat melalui telepon WhatsApp," kata Farid Taha, Sabtu malam pukul 22.03 melalui via whatsapp.
Setelah menerima laporan, petugas piket Damkar Kabupaten Gorontalo langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Satu unit mobil pemadam kebakaran dengan enam personel Regu Yudha tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 Wita.
Menurut Farid, petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi.
"Begitu tiba di lokasi, anggota langsung melakukan pemadaman," ujarnya.
Selain memadamkan api, petugas juga berupaya melokalisasi titik api agar tidak menyebar ke area lainnya.
"Kami juga langsung melokalisir penyebaran titik api supaya tidak semakin meluas," bebernya Farid.
Proses penanganan kebakaran berlangsung dari pukul 13.20 Wita hingga 15.10 Wita.
Dalam proses pemadaman tersebut, petugas menggunakan sekitar 4.000 liter air.
"Untuk pemadaman, air yang digunakan sekitar 4.000 liter," lanjutnya.
Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.30 Wita.
Saat itu, seorang warga sedang mencuci piring di rumahnya.
Warga tersebut kemudian mendengar suara ledakan berulang dari arah rumpun bambu yang berada di lahan belakang rumah.
Warga kemudian mengecek sumber suara tersebut.
Dari lokasi, warga melihat kepulan asap tebal dan beberapa titik api di lahan.
Api yang mulai menjalar kemudian semakin sulit dikendalikan karena kondisi angin.
Baca juga: BREAKING NEWS: Drag Race Kotamobagu Sulut Berakhir Tragis, 6 Penonton Tewas
Warga pun meminta bantuan kepada sejumlah orang di sekitar lokasi.
Pada waktu yang bersamaan, Ismail, warga setempat, menghubungi petugas piket Damkar Kabupaten Gorontalo. Farid melanjutkan, penanganan di lokasi juga mendapat bantuan dari unsur TNI/Polri serta masyarakat.
"Di lokasi, kami juga dibantu oleh unsur TNI/Polri dan masyarakat," ujarnya.
Petugas kemudian terus melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
"Setelah dilakukan pemadaman dan pelokalisasian, situasi di lokasi sudah aman dan terkendali," kata Farid.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran belum diketahui.
Farid menyebutkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran lahan tersebut.
"Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui," ujarnya.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan tidak ada lagi penyebaran titik api yang membahayakan sekitar lokasi.
"Penanganan kami lakukan sampai kondisi benar-benar aman dan terkendali," kata Farid.
Petugas kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke markas.Unit dan personel Damkar Kabupaten Gorontalo tiba kembali di Mako sekitar pukul 17.00 Wita.
Farid memastikan kondisi armada dan peralatan yang digunakan dalam proses pemadaman dalam keadaan baik.
"Untuk kondisi armada dan peralatan semuanya baik," ujarnya.
Enam personel yang bertugas juga dilaporkan dalam kondisi sehat.
"Seluruh personel yang bertugas dalam kondisi sehat," kata Farid.
Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah berawan. Hingga proses penanganan selesai, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Damkar Kabupaten Gorontalo mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau titik api.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemadaman dan penyelamatan Damkar Kabupaten Gorontalo yang tidak dipungut biaya. (*)