TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Musim panen durian di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, ramai didatangi para pencinta raja buah beraroma khas tersebut, Minggu (9/8/2026) sore.
Para penikmat durian sengaja datang langsung ke lokasi untuk menikmati durian dari perkebunan.
Pantauan wartawan TribunBanten.com di lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati area perkebunan.
Deretan mobil dan sepeda motor tampak parkir di bahu jalan sempit di sekitar gubuk-gubuk pedagang yang berada di bawah rindangnya pepohonan.
Para pedagang durian menyediakan saung lesehan sederhana bagi pengunjung yang ingin langsung membelah dan menikmati durian di lokasi.
Beragam varian durian lokal unggulan ditawarkan dengan penanda khusus pada bagian tangkainya, disertai informasi mengenai jenis dan harga, salah satunya di lapak kebun durian Si Becak.
Tak hanya itu, sejumlah varian durian lokal yang banyak diminati pengunjung di antaranya Si Pulut, Si Belimbing, Si Ketan, hingga Si Putri.
Seorang pembeli, Pida, mengaku sengaja datang ke Cilowong untuk mendapatkan durian yang masih segar dengan cita rasa manis dan legit.
"Rasanya lebih mantap kalau makan langsung di tempatnya, apalagi suasananya asri di pedesaan," ucapnya.
Selain tersedia di saung-saung perkebunan, buah durian yang siap disantap juga dipajang di sejumlah titik persinggahan warga.
Kondisi tersebut membuat kawasan Cilowong semakin ramai selama musim panen berlangsung.
Seorang pedagang, Wahyu, mengatakan harga durian yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp70.000 hingga Rp300.000 per buah.
"Si Becak favoritnya, harganya 150 ribu ukuran sedang, udah dibandrol," katanya sambil melanggani pembeli.
Baca juga: DPPI Kabupaten Serang Resmi Dilantik, Wabup Najib Harap Duta Pancasila Jadi Pilar Persatuan Bangsa
Ia memberikan jaminan kepada pembeli yang merasa tidak cocok dengan rasa durian yang dipilih.
"Rasa ngajamin, kalo gak cocok rasanya bisa diganti. Ada dari Bandung (pembeli)," ucap Wahyu.