BANJARMASINPOST CO.ID, MARTAPURA - Sebanyak delapan klub voli junior saling adu kemampuan dalam Liga Bola Voli Junior Seri III Kota Banjarbaru.
Kompetisi yang berlangsung selama tujuh hari ini tak menggunakan sistem gugur, melainkan format seluruh tim saling berhadapan untuk mengumpulkan poin. Digelar di Lapangan Voli Kawasan Stadion Demang Lehman, Martapura, Minggu (9/8/2026).
Kini, Klub Karya Swadaya Mandiri (KSM) Martapura bertindak sebagai tuan rumah.
Ketua Pelaksana Liga Bola Voli Junior Seri III, Arief Febri Noor Jatmiko, mengatakan delapan klub yang ambil bagian terdiri dari tujuh tim putra dan 11 tim putri.
Jumlah peserta putri lebih banyak karena terdapat klub yang mengirimkan dua tim. Selain itu, ada klub yang hanya turun di kategori putri, seperti JK dan Akasia.
"Di Seri 3 ini dilaksanakan selama tujuh hari atau satu minggu. Untuk klub ada delapan, terdiri dari tujuh putra dan 11 putri," ujar Arief.
Berbeda dengan turnamen yang menerapkan sistem gugur, seluruh peserta pada seri ini akan saling bertemu.
Setiap hasil pertandingan akan menentukan perolehan poin untuk klasemen.
Baca juga: Karhutla Terjadi Beberapa Titik di Banjarbaru, Api Dekati Pemukimam Warga dan Kandang Ayam
"Untuk sistem ini kita sistem poin, jadi sistem putar ketemu semua. Tidak ada sistem gugur-guguran," jelasnya.
Format tersebut membuat pertandingan membutuhkan waktu lebih panjang.
"Karena di sini kita ada dua lapangan Voli, jadi lebih cepat, jadwal pertandingan bisa dipadatkan seluruh rangkaian kompetisi ditargetkan selesai dalam satu pekan," paparnya.
Bagi KSM Martapura selaku tuan rumah, hasil akhir bukan menjadi tujuan utama.
Arief menegaskan kompetisi ini dimanfaatkan sebagai ruang bagi atlet junior untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan mereka.
"Kami bukan mencari juara. Kami ingin anak-anak yang potensial bisa berkembang, kemampuannya berkembang," katanya.
Menurutnya, latihan saja tidak cukup untuk mengukur kemampuan seorang atlet.
Pertandingan menjadi bagian penting agar pemain dapat mengevaluasi kekurangan dan melihat sejauh mana hasil latihan mereka ketika menghadapi lawan.
"Anak-anak itu ada wadah untuk bertanding. Bukan cuma latihan, latihan, tapi mereka bisa mengevaluasi ketika bermain dan bertanding. Itu yang kami harapkan dari keikutsertaan di liga ini," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)