MTQ Nasional XXXI di Semarang Jadi Momentum Promosi UMKM dan Pariwisata Jateng
abduh imanulhaq August 09, 2026 09:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah harus dimaksimalkan sebagai ajang untuk memperkenalkan wajah Jawa Tengah kepada para tamu dari 37 provinsi.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, ajang ini harus diproyeksikan bukan sekadar ajang perlombaan tilawah al-Qur’an. 

“Lebih dari itu harus menjadikan momentum nasional ini sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penguat syiar Islam di daerah,” ungkapnya.

Kakung, sapaan akrab Sarif menyebut, MTQ ini jangan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Harus ada dampak nyata, baik untuk syiar Islam maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

260809_sarifabdlh
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

“Pelaksanaan MTQ Nasional berpotensi besar menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, hingga ekonomi kreatif di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang sebagai tuan rumah utama,” tegas Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah ini.

MTQ Nasional ini, lanjut Kakung, diharapkan tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang luas.

“Ajang ini juga bisa sebagai wadah promosi produk lokal, kuliner halal, hingga fesyen muslim. Sehingga ajang MTQ ini betul-betul menjadi kebanggaan bersama masyarakat Jawa Tengah,” beber Kakung.

Menurut Kakung, kehadiran kafilah, official, dan ribuan pengunjung dari berbagai daerah akan mendongkrak sektor perhotelan, transportasi, serta pariwisata.

“Karena itu, mari kita sambut para qari, qariah, dan kafilah dari seluruh Nusantara dengan hangat,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

MTQ Nasional XXXI akan digelar di Kota Semarang pada 11-20 September 2026. Kakung berharap, penyelenggaraan MTQ tahun ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi.

“Tentu kita berharap para kafilah tidak hanya pulang membawa pengalaman mengikuti MTQ, tetapi juga membawa cerita tentang keramahan masyarakat dan keindahan Kota Semarang sehingga suatu saat mereka kembali berkunjung bersama keluarga,” terangnya.

Kakung pun berharap momen ini menjadi wujud nyata dalam membumikan al-Quran dan menyebarkan nilai-nilai kedamaian, serta keharmonisan.

“Ini menjadi sangat penting, untuk bagaimana mewujudkan Indonesia Emas yang berkeadaban,” tandasnya.(***) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.