Suporter Pukul Pemain Usai Gol di Liga Amatir, Askab PSSI Bantul Serahkan Kasus ke Polisi
Yoseph Hary W August 09, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Insiden kekerasan mewarnai gelaran Liga Amatir Divisi Super Liga Bantul 2026. Seorang pemain menjadi korban pemukulan oleh oknum suporter saat pertandingan PS Sendangsari melawan PS Bawuran di Lapangan Bawuran, Kabupaten Bantul, beberapa waktu lalu.

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat seorang oknum suporter mendatangi dan memukul kiper salah satu tim setelah terjadinya gol.

Aksi tersebut sontak menjadi perhatian dan memicu perbincangan di kalangan pencinta sepak bola. 

Pasalnya, kekerasan di lingkungan pertandingan amatir dinilai tidak seharusnya terjadi, terlebih hingga melibatkan pemain yang sedang bertanding.

Ketua Askab PSSI Bantul, Aris Suharyanta, menegaskan tindakan pemukulan tersebut merupakan pelanggaran dan tidak dapat dibenarkan. 

Serahkan kasus ke polisi

Askab PSSI Bantul pun memilih menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Itu menurut info bukan penggemar sepak bola yang melakukan pemukulan. Sehingga Askab mendorong itu termasuk pelanggaran, sehingga kami serahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses,” ujar Aris kepada wartawan di Ros-In Hotel, Bantul, Minggu (9/8/2026) sore.

Aris menyebut pemain yang menjadi korban mengalami sejumlah luka akibat insiden tersebut. 

Karena itu, Askab PSSI Bantul mendorong korban untuk menempuh jalur hukum agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, seluruh klub yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut sejak awal telah berkomitmen menjaga pertandingan tetap berjalan dengan aman dan sportif.

Ketentuan terkait pelanggaran juga telah disampaikan kepada para peserta.

“Ya, kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub yang mengikuti. Di situ juga sudah ada ketentuannya, jika memang melanggar kami hentikan,” tegasnya.

Askab PSSI Bantul berharap insiden tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi. 

Dukungan terhadap tim dan pemain, kata Aris, semestinya diberikan dengan cara yang sportif, bukan melalui tindakan kekerasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.