Sekretaris Dinas PMD Dipolisikan Kasus Penganiayaan, Pelapor Mantan Bawahan  
Eti Wahyuni August 09, 2026 10:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Deliserdang, Yusri Azlan Nasution dilaporkan ke Polda Sumut atas kasus dugaan penganiayaan.

Pelapornya adalah Juli Hartuti (49), mantan bawahan Yusri yang baru hitungan hari dipecat sebagai PNS oleh Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan karena kasus pungutan liar (pungli).

Kasus dugaan penganiayaan ini dibuat di Polda Sumut dengan bukti  LP/B/1283/VIII/2026/SPKT/POLDA Sumatera Utara, tertanggal 6 Agustus 2026.

Informasi yang dihimpun, keduanya terlibat konflik karena setelah dipecat, Juli sempat mengumpulkan berkas-berkas yang berkaitan dengan pekerjaannya saat di bagian pengelolaan aset dimasukkan ke dalam karung. Saat itu jumlahnya ada 2 karung.

Juli juga menyuruh penjaga malam untuk membawanya keluar dari area kantor. Kemudian penjaga malam melapor kepada Yusri dan tidak diperbolehkan. Hal ini lantaran di dalam karung terdapat beberapa dokumen penting seperti BPKB kendaraan dinas dan dokumen lainnya yang ikut dimasukkan ke dalam karung. Selanjutnya Juli datang ke PMD dan membawanya sendiri.

Baca juga: DUDUK Perkara Mantan PNS Laporkan Sekretaris PMD Deli Serdang Dugaan Penganiayaan, Yusri Tak Gentar

Karena mengetahui hal itu, Yusri pun menghubungi Juli termasuk pegawai-pegawai lain. Setelah berada di jalan karena diancam akan dilaporkan ke polisi, Juli akhirnya datang ke kantor Dinas PMD. Di depan teras kantor terjadi keributan lebih dahulu hingga akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.

Saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Juli mengaku sedang terbaring di rumah sakit swasta yang ada di wilayah Percut Seituan. Ia mengaku setelah membuat LP ke Polda masih merasakan sakit sehingga butuh perawatan.

Ibu 5 orang anak dan 1 cucu ini bilang  sempat dipukul di bagian kepala dan muka. Iya yakin saat itu banyak pegawai di Dinas PMD yang juga menyaksikan dirinya dianiaya.

"Kena kepala sama muka ku dipukulnya. Aku posisinya lagi pakai helm tapi mulutku berdarah juga. Seiingatku 2 kali dipukulnya aku kayak membabi buta. Ya dipisahkan juga kami sama pegawai lain," ujar Juli ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (8/8/2026).

Juli mengatakan, penganiayaan terjadi di area teras kantor Dinas, Kamis (6/8) sekira pukul 09.20 WIB. Ia berpendapat, masalahnya sebenarnya sepele namun ia heran Yusri seperti dendam sekali dengannya. Meski Yusri baru beberapa bulan menjabat di Dinas PMD, namun dia mengaku sudah lama saling mengenal. Hal ini lantaran pernah sama-sama bertugas di Kantor Camat Percut Seituan.

"Dulu dia Kasi Kebersihan di Percut dan aku staf Bagian Umum. Dia anak tahun 90-an aku tahun 1977. Di kau-kau kannya aku saat itu padahal cucu ku sudah mau 2. Yang jelas kalau saksi hampir semua pegawai lah lihat karena waktu ribut itu keluar banyak yang lihat," bilang Juli.

Ketika disinggung akar masalah, Juli mengaku berawal dari dirinya yang ingin membawa berkas-berkas yang ada di kantor. Ia sengaja meminta tolong kepada penjaga malam agar bisa dipilah-pilah di rumah mana berkas dirinya dan mana berkas yang berkaitan sama kantor. Setelah dipilah-pilah kemudian bisa dikembalikan kepada penjaga malam untuk dikembalikan lagi di kantor.

"Waktu aku balik (setelah sempat dalam perjalanan dan kembali lagi balik kantor) dibilangnya (Yusri) tahan dia-tahan dia. Aku pun bilang tunggu aku telepon suamiku, baru dibilangnya kau ya, baru dipukul aku di situ," ujarnya.

Mengaku Hanya Pegang Helm 

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Deliserdang, Yusri Azlan Nasution saat dikonfirmasi merasa tidak takut dengan laporan yang dibuat oleh Juli. Ia merasa tidak pernah menganiaya Juli. Ia yakin semua pegawai lain juga sependapat dengannya.

"Nggak apa-apa dilaporkannya. Dia kan sudah dipecat karena ada hukuman disiplin akibat pungli orang-orang desa. Mungkin upayalah gerakan tambahan dia. Dia nggak terima dipecat tapi ini sudah ada timnya juga (yang menelaah kesalahan Juli)," kata Yusri.

Yusri yang merupakan lulusan IPDN ini mengaku, saat itu hanya ribut mulut antara dirinya dengan Juli. Hal itu pun disebut karena Juli ada memaki-makinya dengan kalimat-kalimat hewan.

"Yang jelas aku nggak ada mukul, aku hanya pegang helm dia saja. Apa yakin abang kupukul dia tapi masih bisa tegak dia? (Dianggap sehat saat buat laporan di Polda karena adanya tayangan video). Kalau di rumah sakit silakan saja. Kalau ditanya aku nggak ada mukul dia," bilang Yusri.

Yusri mengatakan, setelah dipecat tindakan Juli dianggap agak di luar nalar. Bisa-bisanya ingin membawa berkas dokumen sampai 2 karung dari area kantor. Berkas-berkas itu diambil saat suasana kantor lagi sepi karena ada kegiatan perlombaan menyambut 17 Agustus di alun-alun. Disebut dokumen yang dibawa bukanlah milik pribadi melainkan milik kantor. Selain BPKB juga ada STNK.  

"Dulu dia memang yang ngurus dan itu sudah dimasukkannya ke dalam goni. Dia bilang kantor jahat kali sama dia. Dia pertama suruh penjaga malam bawa barang dari kantor," sebutnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.