Uroeh Rapai Pase Meriahkan HUT ke-81 RI, Rapai Pusaka Siap Beradu dengan Rapai Generasi Baru
Ansari Hasyim August 10, 2026 12:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Puluhan grup Rapai Pase dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara siap memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan Uroeh Rapai Pase yang akan digelar di Lapangan Kecamatan Seunuddon, Sabtu malam (22/8/2026).

Kegiatan ini akan mempertemukan grup-grup Rapai Pase dari kawasan Blah Nou Krueng (wilayah tengah timur) dengan grup dari Blah Deh Krueng (wilayah tengah barat) Aceh Utara.

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk kemampuan para pemain Rapai, termasuk mempertemukan Rapai pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun dengan Rapai generasi baru. Salah satu daya tariknya adalah kehadiran Rapai tua yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun.

Baca juga: Mengapa Suara Rapai Pase Tua Sulit Ditandingi Rapai Baru? Ini Penjelasan dari Struktur Kayunya

Ketua Grup Rapai Sibrok Blang Pha, Kecamatan Seunuddon, Zamanhuri alias Moris, mengatakan Uroeh Rapai Pase tidak hanya digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan kesenian Rapai Pase di Aceh Utara.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita memeriahkan kemerdekaan sekaligus menjaga tradisi Rapai Pase agar tetap hidup di tengah masyarakat," kata Zamanhuri kepada Serambinews.com, Minggu (9/8/2026).
Mengusung tema "Bersatu dalam Irama, Kuat dalam Kebersamaan, Meriahkan Kemerdekaan", kegiatan tersebut akan menampilkan puluhan grup Rapai dari berbagai wilayah.

Dari kelompok Blah Nou Krueng, akan tampil Sibrok Blang Pha, Sipirak, Lumoe Pok Ateung, Raja Meudeuhak, Raja Bombai, Raja Muda, Tualang Tuha Matang Keupula, Tualang Lhee Larek, Si Parot, dan Raja Itam.

Sementara dari kelompok Blah Deh Krueng, akan tampil Raja Sagop, Raja Paya Reukam, Tualang Muda, Tualang Tuha, Si Cumeh, Boeh Beureutoh, Tualang Buket Asee Grah, Buaya Galeun, Tualang Meu Pep-Pep, dan Raja Jamok.

"Ini bukan sekadar pertunjukan. Kita ingin menunjukkan bahwa Rapai Pase masih hidup dan memiliki banyak kelompok yang terus menjaga tradisi ini," ujar Moris.
Rapai Pusaka Berhadapan dengan Rapai Generasi Baru
Salah satu keunikan Uroeh Rapai Pase tahun ini adalah tampilnya Rapai pusaka yang hingga kini masih dimainkan oleh para pewarisnya.

Rapai tersebut menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dipelihara oleh kelompok-kelompok Rapai di Aceh Utara. Di tengah berkembangnya kelompok dan perangkat Rapai generasi baru, keberadaan Rapai lama menjadi bukti panjangnya perjalanan kesenian tersebut di tengah masyarakat.

Konsep mempertemukan kelompok Rapai dari Blah Nou Krueng dan Blah Deh Krueng juga memberi ruang bagi masing-masing grup untuk menampilkan karakter pukulan, kekompakan pemain, serta kekuatan bunyi Rapai mereka.

Menurut Moris, perbedaan usia alat maupun sejarah kelompok bukan menjadi pembatas, melainkan kekayaan budaya yang harus diperkenalkan kepada generasi muda.

"Rapai lama dan Rapai yang sekarang sama-sama bagian dari warisan. Yang penting bagaimana generasi sekarang mau menjaga dan meneruskannya," katanya.
Uroeh Rapai Pase dijadwalkan berlangsung pada malam hari di Lapangan Kecamatan Seunuddon dan diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus ajang silaturahmi para pemain Rapai dari berbagai wilayah.

Keikutsertaan puluhan grup dari dua kawasan tersebut menunjukkan kuatnya komunitas Rapai Pase di Aceh Utara. Selama ini, Rapai Pase tidak hanya dimainkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan adat, kebudayaan, dan berbagai perayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan semakin mengenal Rapai Pase serta memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Moris berharap Uroeh Rapai Pase dapat terus menjadi agenda tahunan sehingga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan.

Menurutnya, pelestarian Rapai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemain, masyarakat, pemerintah hingga generasi muda.

"Kita berharap masyarakat ramai-ramai hadir. Ini milik kita bersama dan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Rapai Pase kepada generasi muda," ujarnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.