TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Cuaca panas terik dan arah angin yang tidak menentu tak menyurutkan langkah personel kepolisian dan tim gabungan untuk berjibaku melawan kobaran api.
Sedikitnya 6 hektar lahan sawah milik warga di Desa Kayu Labu, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, hangus dilalap api pada Minggu (9/8/2026) siang.
Kejadian ini terungkap setelah terpantaunya satu titik hotspot (titik api) di sistem pemantauan dengan koordinat -3.6124068, 105.23312886.
Merespons cepat temuan tersebut, aparat langsung terjun melakukan ground check ke lokasi kejadian.
Iptu Ujang, mewakili Polsek Pedamaran Timur yang turun langsung ke lapangan menjelaskan, kobaran api yang melahap lahan warga tersebut ternyata berasal dari rembetan wilayah tetangga.
"Hasil pengecekan kita di lapangan, api awalnya muncul dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Sungai Menang. Karena faktor cuaca dan angin, api kemudian menyebar cepat ke lahan sawah warga Desa Kayu Labu yang memang berbatasan langsung dengan lokasi awal titik api," ungkap Iptu Ujang.
Bukan perkara mudah bagi petugas untuk menjinakkan api. Lokasi titik api yang cukup jauh dan sulit dijangkau kendaraan roda empat (mobil pemadam) memaksa petugas memutar otak.
Personel Polsek bersama Babinsa, Tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SAP, dan warga setempat menerobos medan menuju lokasi hanya dengan sepeda motor. Sesampainya di titik koordinat, pemadaman darurat langsung dilakukan secara bahu-membahu.
"Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah jarak lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau. Selain itu, arah angin yang terus berubah-ubah di tengah cuaca yang sangat panas membuat proses pemadaman menjadi ekstra menantang," tambahnya.
Hingga saat ini, upaya pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung di lokasi.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Pedamaran Timur telah menyusun langkah mitigasi. Selain melaporkan perkembangan situasi ke pimpinan, mereka akan semakin mengintensifkan patroli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah rawan.
Pihak kepolisian juga tak henti-hentinya meminta partisipasi aktif dari warga sekitar untuk meminimalisir bencana tahunan ini.
"Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Tolong segera laporkan kepada kepolisian terdekat jika melihat potensi kebakaran lahan sekecil apa pun, khususnya di wilayah hukum Polsek Pedamaran Timur agar bisa segera kita tangani," pungkasnya.