Harga Emas Antam Naik Rp 87.000 dalam Sepekan
Vito August 09, 2026 10:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat dalam sepekan terakhir. 

Harga emas sempat naik pada awal pekan, kemudian melemah selama 2 hari berturut-turut. Setelah itu, harga emas Antam melonjak tajam pada Kamis (6/8), sebelum kembali terkoreksi pada Jumat, dan menguat lagi pada Sabtu. 

Hingga Minggu (9/8), harga emas Antam masih bertahan di level Rp 2,690 juta per gram, tidak bergerak dari hari sebelumnya.

Dalam sepekan harga logam mulia itu sudah naik Rp 87.000, dari posisi Senin (3/8), sebesar Rp 2,603 juta/gram.

Lonjakan harga emas Antam dipicu harga emas dunia yang melonjak lebih dari 7 persen sepanjang pekan ini, dengan mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sekitar 7 bulan. 

Penguatan itu didukung data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed). 

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2,3 persen menjadi 4.336,02 dolar AS per ons troi pada akhir perdagangan Jumat (7/8) waktu setempat, setelah sempat naik lebih dari 3 persen ke level tertinggi sejak 17 Juni 2026. 

Secara mingguan, harga emas spot berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak 19 Januari 2026. Sementara, harga emas berjangka AS naik 2,3 persen dan ditutup pada 4.399,70 dolar AS per ons troi. 

"Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan menunjukkan bahwa The Fed akan semakin kecil kemungkinannya untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," kata Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger. 

Menurut dia, penurunan harga energi dan berkurangnya kemungkinan kenaikan suku bunga AS berpotensi menekan nilai tukar dolar AS dan mendorong harga emas lebih tinggi. 

Berdasarkan data LSEG, pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada September sebesar 43,9 persen, turun dari 57 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis. 

Sebaliknya, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada bulan depan meningkat menjadi 56,1 persen dari 43,2 persen sebelum data tersebut diumumkan. 

Suku bunga yang lebih rendah membuat emas lebih menarik dibandingkan dengan aset lain yang memberikan imbal hasil, sebab emas batangan tidak menghasilkan bunga. 

Selain faktor suku bunga, harga emas juga mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Presiden AS Donald Trump meyakini perang dengan Iran akan segera berakhir.

Di sisi lain, UBS memperkirakan harga emas dapat naik hingga 5.000 dolar AS per ons troi pada paruh pertama 2027. (Kompas.com/Reuters) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.