TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Masjid Istiqlal telah masuk ke bursa efek sebagai bagian dari upaya pengelolaan dana wakaf umat secara produktif dan profesional.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Zikir Kebangsaan, Doa Keselamatan Bangsa, dan Haul Pendiri NKRI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (09/08/2026) malam.
"Masjid Istiqlal ini masuk dalam bursa efek mengelola dana wakaf umat dan insyaallah ternyata peminatnya luar biasa," kata Nasaruddin dalam sambutannya.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga mengatakan pengelolaan wakaf tersebut menjadi bagian dari pengembangan fungsi masjid.
Tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat pemberdayaan umat.
Ia menyebut berbagai program sosial, pendidikan, dan ekonomi di Istiqlal didukung melalui pengelolaan dana umat yang dilakukan secara terstruktur.
Menurut dia, Istiqlal saat ini memiliki sejumlah layanan gratis bagi masyarakat.
Mulai dari kursus bahasa asing, konsultasi keluarga dan hukum, pelatihan keterampilan ekonomi, hingga fasilitas olahraga dan penginapan untuk tamu luar kota.
Nasaruddin menegaskan konsep yang ingin dibangun adalah menjadikan masjid sebagai institusi yang mampu memberdayakan masyarakat.
"Mari kita menjadikan Masjid Istiqlal sebagai contoh. Bukan lagi kita yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat," ujarnya.
Baca juga: Nasaruddin Umar Beberkan Capaian Kemenag Dukung Program Prioritas Mulai dari MBG hingga CKG
Pengelolaan wakaf produktif tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Istiqlal Global Fund (IGF) dan berbagai mitra lainnya.
Kegiatan zikir kebangsaan itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sekjen PB JATMA Aswaja Helmy Faishal Zaini, Habib Luthfi bin Yahya, para ulama, habaib, tokoh lintas agama, dan ribuan jemaah dari berbagai daerah.
(*)