WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pembangunan sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru dalam beberapa tahun ke depan membuat aspek keselamatan kerja menjadi perhatian penting bagi PAM Jaya bersama seluruh mitra yang terlibat.
Penguatan tersebut dilakukan seiring target PAM Jaya memperluas cakupan layanan perpipaan hingga 100 persen pada 2029.
Skala pembangunan yang besar dinilai membutuhkan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten di setiap lokasi pekerjaan.
Baca juga: Gangguan Air Bersih di Jakbar, PSI Desak PAM Jaya Prioritaskan Warga Rentan dan Fasilitas Publik
Direktur Strategi dan Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, mengatakan peningkatan aktivitas pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya keselamatan.
Menurutnya, K3 tidak cukup hanya diterapkan sebagai bagian dari prosedur pekerjaan, tetapi perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang berada di lapangan.
Hal itu disampaikan Esa dalam kegiatan Sosialisasi dan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diikuti jajaran PAM Jaya bersama perusahaan mitra kerja yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi dan operasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Marsudi dan jajaran Direksi PAM Jaya.
Pertemuan itu menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan sekaligus memperkuat komitmen penerapan K3 dalam setiap pekerjaan.
Baca juga: Pengamat Minta PAM Jaya Beri Kompensasi atas Gangguan Air 6 Hari
Selain sosialisasi mengenai keselamatan, PAM Jaya juga memberikan pemahaman mengenai perlindungan bagi tenaga kerja.
Upaya tersebut ditujukan agar pekerja yang berada di lapangan memperoleh jaminan perlindungan ketika menghadapi risiko dalam menjalankan tugasnya.
Esa mengatakan tantangan pekerjaan PAM Jaya ke depan semakin kompleks. Selain mengejar perluasan jaringan perpipaan, perusahaan juga harus berhadapan dengan kondisi sebagian jaringan yang telah berusia lebih dari satu abad.
"Oleh karena itu, penerapan K3 tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten demi melindungi pekerja, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," kata Esa melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Penguatan K3 tersebut menjadi semakin penting karena pembangunan jaringan baru akan dilakukan dalam skala besar.
Baca juga: 55 Ribu Pelanggan PAM Jaya Terancam Krisis Air, Pengamat Minta Proyek IPA Hutan Kota Diaudit
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, menyebut perusahaan akan membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru untuk melengkapi jaringan yang saat ini telah mencapai sekitar 13.000 kilometer.
Besarnya pekerjaan tersebut mendorong PAM Jaya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, termasuk memastikan seluruh mitra menjalankan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
Santika mengatakan perusahaan juga tengah menyiapkan sistem monitoring pekerjaan lapangan sebagai instrumen tambahan untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas para mitra di berbagai lokasi proyek.
"Pekerjaan pembangunan jaringan ke depan akan semakin masif. Karena itu, implementasi SOP K3 harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan,” ujar Santika.
Menurutnya, PAM Jaya juga sedang menyusun sistem monitoring pekerjaan lapangan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra.
Ke depan, identitas mitra akan dicantumkan pada standar PPDU maupun barrier di setiap lokasi pekerjaan agar akuntabilitas semakin jelas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh mitra harus memiliki kepedulian yang sama terhadap penerapan K3 tanpa terkecuali.
Menurut Santika, pencantuman identitas mitra pada standar PPDU maupun barrier di lokasi pekerjaan juga menjadi bagian dari upaya memperjelas akuntabilitas setiap pekerjaan.
Baca juga: Pengamat Minta Investigasi Tuntas sebelum Evaluasi Dirut PAM Jaya
Dengan demikian, pelaksanaan proyek dapat lebih mudah dipantau dan setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas terhadap standar keselamatan.
Sementara itu, Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Marsudi menekankan pentingnya kesamaan komitmen antara perusahaan dengan seluruh mitra kerja dalam menjalankan pembangunan infrastruktur.
Dia mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mitra tidak hanya berkaitan dengan kepentingan proyek, tetapi juga bersinggungan dengan kepentingan pelanggan PAM Jaya dan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.
"Oleh sebab itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan secara aman, tertib, bertanggung jawab, serta mengedepankan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang telah ditetapkan," ujar Prasetyo.
Komitmen bersama terhadap K3 kemudian dituangkan melalui penandatanganan oleh perusahaan-perusahaan mitra PAM Jaya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keseragaman standar keselamatan dalam pelaksanaan proyek.
Dengan pembangunan jaringan yang terus diperluas untuk mengejar target cakupan layanan 100 persen pada 2029, PAM Jaya menempatkan keselamatan pekerja, masyarakat, dan keberlangsungan pelayanan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan infrastruktur.