Pertamina memastikan penyaluran LPG subsidi di Kabupaten Wajo tetap berjalan normal dan terus melakukan berbagai langkah penguatan distribusi untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat yang berhak.
Berdasarkan hasil monitoring, penyaluran LPG 3 kilogram di Kabupaten Wajo berlangsung lancar dengan kondisi pasokan yang terjaga.
Pertamina juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi hingga tingkat pangkalan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, berdasarkan informasi di lapangan, kondisi musim kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan di Kabupaten Wajo mendorong meningkatnya kebutuhan LPG 3 kilogram untuk mendukung aktivitas pompanisasi irigasi lahan pertanian.
Peningkatan konsumsi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya permintaan LPG subsidi di sejumlah wilayah.
Menindaklanjuti informasi mengenai harga LPG 3 kilogram yang disebut mencapai Rp70.000 per tabung, Pertamina telah melakukan pengecekan di lapangan.
Meski demikian, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi LPG subsidi, termasuk apabila ditemukan oknum yang menjual LPG 3 kilogram dengan harga tidak sesuai ketentuan.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah melakukan optimalisasi penyaluran di sejumlah wilayah pertanian melalui extra dropping sebanyak 6.720 tabung, atau sekitar 36 persen dari alokasi harian pada akhir Juli 2026. Memasuki minggu pertama Agustus, penyaluran reguler juga telah ditingkatkan sekitar 4 persen dibandingkan rata-rata harian normal yang mencapai 18.584 tabung per hari, sehingga ketersediaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Wajo tetap terjaga.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa Pertamina akan terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, Hiswana Migas, aparat penegak hukum, dan seluruh lembaga penyalur resmi untuk menjaga distribusi LPG subsidi tetap berjalan optimal.
"Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap pola konsumsi masyarakat dan menyesuaikan penyaluran apabila terjadi peningkatan kebutuhan di lapangan. Sinergi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh mitra penyalur menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan LPG subsidi agar dapat diterima oleh masyarakat yang memang berhak,” ujar Lilik.
Lilik juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Masyarakat diharapkan menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya sehingga distribusi dapat berjalan lebih merata dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Apabila masyarakat menemukan kendala layanan maupun indikasi pelanggaran dalam distribusi LPG subsidi, informasi dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135.
Setiap laporan yang diterima akan diteruskan kepada fungsi terkait untuk dilakukan verifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.(*)