Misteri Tewasnya Satpam Sumarna, Sudah 2 Pekan Pelaku Belum Tertangkap, Istri Korban Jatuh Sakit
Azis Husein Hasibuan August 10, 2026 10:27 AM

Hampir dua pekan berlalu, misteri kematian satpam di kawasan Tanggul Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, masih belum terpecahkan.

Korban bernama Sumarna ditemukan tewas dan diduga menjadi korban pembunuhan.

Namun hingga kini, sosok yang bertanggung jawab atas kematian Sumarna belum berhasil diungkap polisi.

Belum adanya titik terang membuat keluarga korban terus dihantui kecemasan.

Terlebih, istri Sumarna, Siti Mariam, masih menunggu kepastian mengenai kasus yang menimpa suaminya.

Di tengah duka, kondisi kesehatan Siti Mariam ikut menurun karena terus memikirkan perkembangan kasus tersebut.

Ia mengaku tubuhnya mulai kurang sehat sejak kematian sang suami.

Meski begitu, Siti berusaha tetap tegar demi anak-anaknya.

Keluarga korban juga telah bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

Sedikitnya tiga anggota keluarga sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Siti sendiri mengaku telah menjalani pemeriksaan lebih dari dua kali.

Kini, keluarga hanya berharap polisi segera menemukan pelaku dan mengungkap misteri kematian Sumarna.

Seperti diketahui, belum adanya kepastian mengenai identitas maupun keberadaan pelaku membuat pihak keluarga hidup dalam bayang-bayang kecemasan.

Duka mendalam ini berdampak langsung pada kondisi fisik istri korban, Siti Mariam, yang mengaku kesehatannya mulai menurun akibat terus memikirkan nasib penanganan kasus suaminya.

"Alhamdulillah, anak-anak sehat. Cuma saya agak kurang sehat karena terus kepikiran," ujar Siti Mariam saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/8/2026) dilansir dari TribunBogor

Di tengah rasa kehilangan yang mendalam, Siti berusaha untuk tetap tegar demi membesarkan anak-anaknya.

Keluarga korban pun mengaku sangat kooperatif dan telah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik kepolisian.

Guna membantu proses penyelidikan, sedikitnya tiga orang anggota keluarga telah mendatangi kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Siti sendiri mengaku telah berhadapan dengan penyidik lebih dari dua kali.

"Saya sudah diperiksa lebih dari dua kali," ungkap Siti.

Meski demikian, hingga Minggu (9/8/2026), pihak keluarga menyatakan belum mendapatkan informasi signifikan mengenai titik terang maupun penetapan calon tersangka dari kepolisian.

Memohon Kepastian Hukum

Bagi Siti dan anak-anaknya, pengungkapan kasus ini bukan sebatas menangkap pelaku, melainkan tentang mencari kepastian hukum serta keadilan atas kematian tragis Sumarna.

Keluarga berharap kepolisian bisa bergerak lebih cepat agar perkara ini tidak mengambang tanpa kejelasan.

"Harapan saya bersama keluarga, semoga kasus ini segera terungkap dan pelakunya dapat ditangkap oleh pihak kepolisian. Harapannya ingin cepat terungkap, jangan sampai berlarut-larut," tegasnya.

Hingga kini, peristiwa tewasnya satpam di kawasan Tanggul Jatiluhur tersebut masih ditangani oleh jajaran kepolisian setempat, sementara pihak keluarga terus menunggu perkembangan terbaru demi mendapat jawaban atas tragedi yang menimpa mereka.

Bawa Uang Linmas

Polisi kini masih mendalami sejumlah kemungkinan yang menjadi pemicu pembunuhan tersebut.

Salah satu dugaan yang tengah diselidiki adalah persoalan uang milik anggota Linmas yang berada dalam penguasaan korban.

Sumarna diketahui menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas dan dipercaya menyimpan uang sebesar Rp1,05 juta.

Uang tersebut merupakan Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) yang diperuntukkan sebagai pengganti uang Siltap untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas.

Namun hingga Sumarna ditemukan tewas, uang tersebut disebut belum dibagikan kepada anggota Linmas.

Kondisi itu kemudian menjadi salah satu hipotesa yang didalami penyidik untuk mengungkap motif pembunuhan.

Polisi juga menemukan fakta bahwa borgol yang digunakan untuk mengikat tangan korban diduga bukan milik Sumarna.

Borgol milik korban disebut masih melekat pada perlengkapan satpam miliknya saat ditemukan.

Tak hanya itu, polisi menduga aksi pembunuhan tersebut dilakukan lebih dari satu orang.

Hasil otopsi sementara juga menunjukkan korban mengalami sejumlah luka, sementara tidak ditemukan lumpur atau pasir di tenggorokannya sehingga korban diduga telah meninggal sebelum tubuhnya ditenggelamkan.

Seperti diketahui, motif hutang piutang menjadi dugaan dalam kasus satpam tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Diduga Sumarna (42) memiliki masalah keuangan hingga membuatkan tewas terbunuh.

Dugaan motif ekonomi pertama kali muncul dari cerita kepala desa pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kades bercerita bahwa Sumarna menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas.

Ia dipercaya menyimpan Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP)  yang diperuntukan sebagai pengganti uang Siltap untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas.

"Saya umumkan bahwa uang itu sudah dibayarkan. Uang pengganti BPJS Ketenagakerjaan itu sudah dibayarkan, tapi dititipkan ke kepalanya (Sumarna)," kata Kades ke Dedi Mulyadi.

Namun sampai ketika Sumarna ditemukan tewas terborgol, rupanya uang tersebut belum dibagikan ke anggota Linmas.

"Belum. Saya tahu belum itu begitu saya umumkan, mungkin teman-temannya itu mau ngambil ke pos, tapi ternyata gak ada," katanya.

Jumlah uang yang disimpan Sumarna sebesar Rp 1.050.000.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.