Basarnas Hentikan Penyisiran KMP Mutiara Sentosa II di Utara Madura, Ini Alasannya
Wiwit Purwanto August 10, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Upaya penyisiran dan pemantauan korban KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Madura resmi dihentikan setelah tujuh hari, menyusul tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang kemungkinan masih belum ditemukan.

Keputusan tersebut disampaikan Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit P.H, saat menyambut kedatangan helikopter yang digunakan untuk melakukan pemantauan udara, Minggu (8/8/2026).

Penghentian monitoring aktif dilakukan pada hari ketujuh sejak insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II.

Monitoring aktif sebelumnya dilakukan setelah status operasi SAR dialihkan menjadi kegiatan pemantauan. Kegiatan tersebut dimulai pada Rabu (5/8/2026), dengan mengerahkan personel dan sejumlah alat utama sistem (Alut) SAR untuk menyisir perairan utara Madura.

Baca juga: Duka Keluarga Korban KM Mutiara Sentosa II, Dua Pekan Lagi Istri akan Melahirkan

Tujuh Hari Disisir, Tak Ada Tanda Korban

Nanang menjelaskan, keputusan mengakhiri monitoring aktif dilakukan setelah seluruh upaya pemantauan tidak menemukan indikasi keberadaan KMP Mutiara Sentosa II maupun korban yang kemungkinan belum ditemukan.

“Kegiatan tersebut dimulai, pada Rabu (5/8/2026), dengan mengerahkan personel dan sejumlah Alut SAR untuk menyisir perairan utara Madura,” ujar Nanang, Senin (10/8/2026).

Menurut Nanang, penghentian monitoring aktif bukan berarti Basarnas mengabaikan potensi kondisi darurat. Setelah kegiatan tersebut dihentikan, personel kembali ditempatkan dalam posisi standby.

“Dengan tidak adanya tanda-tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif. Selanjutnya, beralih posisi standby untuk kondisi kedaruratan yang lain,” imbuh Nanang.

Penyisiran dilakukan dengan mengerahkan sejumlah sarana SAR untuk memperluas wilayah pemantauan di perairan utara Madura.

Baca juga: Basarnas Sisir Utara Sumenep, Cari Korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang Belum Terevakuasi

Libatkan Kapal SAR hingga Helikopter AW139

Nanang menerangkan, penyisiran melalui jalur laut dilakukan menggunakan KN SAR 249 Permadi dan satu unit RIB Pos SAR Sumenep.

Sementara pemantauan melalui udara dilakukan dengan mengerahkan Helikopter BASARNAS AW139 HR1301.

Pengerahan sarana tersebut dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian sekaligus memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang belum ditemukan.

“Pengerahan sarana dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian, guna mencari tanda-tanda keberadaan KMP Mutiara Sentosa II, maupun korban yang mungkin belum ditemukan,” terangnya.

Dengan berakhirnya monitoring aktif, Basarnas Surabaya kini kembali menempatkan personelnya dalam posisi siaga.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi kejadian kedaruratan dan operasi SAR lainnya,” tandas Nanang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.