TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perekonomian Provinsi Riau mencatat pertumbuhan positif pada triwulan II 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, ekonomi Riau tumbuh 4,75 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan triwulan II 2025.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Riau tetap bergerak di tengah berbagai dinamika ekonomi sepanjang 2026.
Sementara secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2026, pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 4,82 persen (c-to-c).
Dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp340,34 triliun. Sedangkan berdasarkan harga konstan, PDRB Riau tercatat Rp154,55 triliun.
Baca juga: Tingkat Pengangguran Terbuka di Riau Masih di Atas 4 Persen, Data Terbaru BPS Belum Dirilis
Konstruksi Tumbuh Paling Tinggi
Jika dilihat berdasarkan lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi Riau mencatat pertumbuhan positif.
Sektor konstruksi menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 8,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor lainnya sebesar 6,97 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan sebesar 5,42 persen, pertanian sebesar 5,31 persen, dan industri pengolahan sebesar 4,59 persen.
Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian masih mengalami kontraksi sebesar 0,56 persen.
Data tersebut menunjukkan sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan II 2026.
Konsumsi Pemerintah Tumbuh 13,08 Persen
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicatat oleh konsumsi pemerintah yang mencapai 13,08 persen secara tahunan.
Kemudian disusul pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 10,30 persen dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 7,16 persen.
Sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 4,60 persen. Adapun ekspor luar negeri mencatat pertumbuhan sebesar 0,74 persen.
Pertumbuhan konsumsi pemerintah dan PMTB menunjukkan aktivitas belanja pemerintah serta investasi turut memberikan dorongan terhadap perekonomian Riau sepanjang periode tersebut.
PDRB Riau Masuk Lima Besar Nasional
Dari sisi besaran PDRB atas dasar harga berlaku, Riau juga termasuk salah satu provinsi dengan nilai ekonomi terbesar di Indonesia.
Riau mencatat PDRB sekitar Rp340 triliun, berada di posisi kelima dalam daftar provinsi dengan PDRB terbesar.
Posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan sekitar Rp1.058 triliun, disusul Jawa Timur Rp930 triliun, Jawa Barat Rp834 triliun, dan Jawa Tengah sekitar Rp531 triliun.
Setelah Riau, terdapat Sumatera Utara dengan PDRB sekitar Rp341 triliun.
Riau Berkontribusi Besar terhadap Ekonomi Sumatera
Di tingkat Pulau Sumatera, Riau juga memiliki peran penting terhadap perekonomian kawasan.
Berdasarkan data BPS, Riau memberikan kontribusi sekitar 23,33 persen terhadap perekonomian Sumatera pada triwulan II 2026. Angka tersebut menunjukkan posisi Riau sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi utama di Pulau Sumatera.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Riau sebesar 4,75 persen pada triwulan II 2026 ditopang oleh pertumbuhan sejumlah lapangan usaha, terutama konstruksi, perdagangan, pertanian dan industri pengolahan.
Pertumbuhan dari sisi pengeluaran juga didorong oleh konsumsi pemerintah dan investasi yang masing-masing tumbuh dua digit.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)