SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru angkat bicara menanggapi kritik aktor nasional Haykal Kamil mengenai kondisi jalan rusak dan minim penerangan di wilayah Sumsel.
Kritik tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Herman Deru menjelaskan bahwa jalan yang dilalui Haykal Kamil bukan merupakan jalan utama atau jalan lintas provinsi.
Menurutnya, Haykal justru diarahkan aplikasi navigasi menuju jalur kawasan hutan produksi yang digunakan sebagai akses angkutan kayu.
Herman Deru menilai wajar apabila Haykal Kamil tidak mengetahui status jalan yang dilaluinya karena bukan warga lokal Sumatera Selatan.
Ia menyebut aplikasi peta digital justru mengarahkan Haykal ke jalur alternatif yang kondisi infrastrukturnya belum memadai.
Menurutnya, jika tujuan perjalanan adalah menuju Lubuklinggau, jalur utama yang seharusnya dilalui adalah Jalan Lintas Tengah Sumatera.
Herman Deru juga menjelaskan bahwa jalan lintas antarprovinsi merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Sementara jalan provinsi yang menghubungkan sejumlah kabupaten hingga menuju Musi Rawas dan Lubuklinggau terus mendapat perhatian pemerintah melalui perbaikan infrastruktur, termasuk konstruksi cor beton.
Meski meluruskan mengenai jalur yang dilalui Haykal Kamil, Herman Deru menegaskan Pemprov Sumsel tidak anti terhadap kritik.
Ia justru menganggap perhatian dari masyarakat maupun publik figur sebagai masukan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur di Sumsel.
"Kita bukan tidak terima kritikan dan masukan itu, kita anggap sebagai masukan konstruktif untuk dapat kita perhatikan. Cuma masukannya mungkin harus diperjelas, jalan itu jalan mana, jalan lintas atau bukan. Kalau saya lihat itu dalam hutan, bukan jalan lintas," tegasnya.
Herman Deru juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar lebih berhati-hati saat menggunakan aplikasi navigasi digital.
Hal tersebut untuk menghindari kesalahan rute yang justru mengarahkan kendaraan ke jalan perkebunan, kawasan hutan produksi maupun jalur alternatif yang belum memiliki infrastruktur memadai.
Melalui video yang diunggah di akun TikTok @haykal_kamil, Haykal mengaku harus menempuh perjalanan hampir dua jam melewati ruas jalan yang rusak hingga akhirnya menemukan sebuah minimarket untuk beristirahat.
"Setelah hampir dua jam di perjalanan karena jalan rusak, sekarang ketemu minimarket, rasanya happy banget. Sangat enggak nyaman ya ketika berada di tengah hujan sendirian," ujar Haykal.
Saat berbincang dengan seorang warga di minimarket, Haykal mengetahui dirinya berada di kawasan Cecar Bangun Jaya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Usai beristirahat, ia melanjutkan perjalanan dan mengaku lega karena akhirnya menemukan ruas jalan yang lebih mulus.
"Ini baru merasakan jalan yang mulus di Sumsel. Dari tadi jalanannya kacau bro," katanya.
Dalam videonya, Haykal mengaku heran melihat kondisi jalan lintas yang dinilainya belum sebanding dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Sumatera Selatan.
Menurutnya, provinsi tersebut memiliki kekayaan berupa batu bara, sawit, kayu, dan karet, namun infrastruktur jalan antarkota masih banyak yang mengalami kerusakan.
"Gue jadi rada bingung, karena di Sumsel banyak banget ada batu bara, sawit, kayu, karet, tapi jalanannya antar kota provinsi kacau banget ya," ucapnya.
Rasa penasaran membuat Haykal mencari informasi mengenai penyebab banyaknya jalan rusak di jalur lintas Sumatera.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh, terdapat tiga faktor yang diduga menjadi penyebab utama.
Faktor pertama adalah kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang membawa muatan melebihi kapasitas.
"Yang pertama itu ODOL, dan itu benar karena gue lihat juga banyak mobil yang lalu lalang dengan muatan yang cukup banyak," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti buruknya sistem drainase yang dinilai mempercepat kerusakan jalan.
Haykal juga menyebut adanya perbedaan kewenangan dan anggaran antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat menjadi salah satu penyebab perbaikan jalan belum maksimal.
"Yang kedua itu karena saluran drainase yang buruk. Terus adanya perbedaan anggaran antara tingkat provinsi, kabupaten, dan nasional," katanya.
Di akhir videonya, Haykal berharap pemerintah dapat terus memperbaiki kondisi jalan di Sumatera Selatan agar masyarakat maupun pengguna jalan lintas Sumatera bisa berkendara dengan lebih aman dan nyaman.
"Sayang sih melihat daerah yang sebenarnya kaya dan punya hasil alam yang banyak. Harusnya yang paling merasakan manfaatnya adalah warganya. Kalau bisa diperbaiki supaya orang-orang yang melintas di Sumsel lebih nyaman," tutupnya.