TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Momen penuh makna terjadi saat bendera pusaka Kerajaan Amantubillah Mempawah diserahkan untuk dikawal menuju Jakarta dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bendera pusaka tersebut diserahkan langsung oleh PYAM Raja Amantubillah Mempawah XIV, Mohammad Hafidz Adinugraha, kepada Babinsa Sertu Amiruddin, Minggu 9 Agustus 2026 malam.
Penyerahan bendera pusaka ini bukan sekadar serah terima benda bersejarah.
Momen tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus wujud kecintaan Kerajaan Amantubillah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selanjutnya, bendera pusaka Kerajaan Amantubillah akan dikawal menuju Jakarta sebagai bagian dari rangkaian momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
• MTQ Kalbar 2026: Mempawah Runner-up, LPTQ Serukan Evaluasi Tanpa Saling Menyalahkan
Perjalanan tersebut membawa pesan tentang sejarah, perjuangan, persatuan dan nasionalisme yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini mengatakan, kepercayaan untuk mengawal bendera pusaka tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi prajurit TNI.
"Kami akan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Bendera pusaka ini memiliki nilai sejarah dan kebanggaan yang tinggi, sehingga akan kami jaga dan kawal dengan sebaik-baiknya hingga sampai ke Jakarta," ujar Ali Isnaini.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam pengawalan tersebut juga menunjukkan eratnya sinergi antara TNI dengan tokoh adat dan keluarga Kerajaan Amantubillah dalam menjaga serta melestarikan sejarah dan budaya daerah.
"Ini bukan hanya tentang membawa sebuah bendera, tetapi juga membawa pesan sejarah, persatuan dan kecintaan terhadap tanah air," tambahnya.
Sementara itu, PYAM Raja Amantubillah Mempawah XIV, Mohammad Hafidz Adinugraha, mengatakan bendera pusaka tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi Kerajaan Amantubillah.
"Bendera pusaka ini merupakan bagian dari sejarah Kerajaan Amantubillah. Kami percayakan kepada Babinsa untuk dikawal menuju Jakarta sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud kecintaan kami kepada NKRI," ungkapnya.
Ia berharap perjalanan bendera pusaka tersebut tidak hanya menjadi bagian dari momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga mampu mengingatkan generasi muda akan pentingnya menghargai sejarah dan menjaga persatuan bangsa.
"Semoga semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah bendera ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda dan menjadi bagian dari semangat membangun Indonesia," tuturnya.
Hal menarik dalam pengawalan tersebut adalah prajurit yang mendapat amanah membawa bendera pusaka, Sertu Amiruddin, juga merupakan Pangeran Muda Amantubillah.
Posisi tersebut membuat tugas yang diembannya memiliki makna tersendiri.
Di satu sisi, Sertu Amiruddin menjalankan tugas sebagai prajurit TNI. Di sisi lain, ia dipercaya menjaga salah satu warisan sejarah Kerajaan Amantubillah.
"Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Sebagai prajurit TNI sekaligus Pangeran Muda Amantubillah, saya akan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mengawal bendera pusaka hingga ke Jakarta," ujar Sertu Amiruddin.
Ia menyebut perjalanan tersebut menjadi momentum untuk memadukan nilai pengabdian sebagai prajurit dengan tanggung jawab dalam menjaga warisan sejarah kerajaan.
"Saya berharap perjalanan ini membawa pesan persatuan, nasionalisme dan kebanggaan terhadap sejarah. Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai bangsa dan negara," tambahnya.
Pengawalan bendera pusaka Kerajaan Amantubillah dari Mempawah menuju Jakarta menjadi simbol bahwa sejarah tidak berhenti di masa lalu.
Warisan leluhur terus dibawa dalam semangat zaman, berdampingan dengan pengabdian prajurit dan kecintaan terhadap Indonesia. (*)