Tan Cheng Hoe Ngaku Pasrah Jelang Laga Semifinal, Warga Pontianak Malah Curiga "Strategi Licik"
Rivaldi Ade Musliadi August 10, 2026 11:30 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelatih sementara Malaysia, Tan Cheng Hoe, meyakini skuad Harimau Malaya tampil tanpa beban atau nothing to lose saat bersiap meladeni raksasa Vietnam pada babak semifinal ASEAN Hyundai Cup™ 2026 pekan depan.

Kepastian melangkahnya Malaysia ke babak empat besar didapat usai kemenangan tipis atas Filipina lewat gol tunggal Pavithran Gunalan pada Sabtu malam. Hasil tersebut mengunci posisi Malaysia di peringkat kedua Grup B dengan koleksi sembilan poin di bawah Thailand.

Laga panas dua tim kuat Asia Tenggara ini rupanya turut menyedot perhatian kalangan pecinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

Letak geografis yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat dinamika laga semifinal ini menjadi perbincangan hangat anak muda Pontianak.

Bagus (24), seorang mahasiswa asal Kota Baru, Pontianak Selatan, menilai skenario underdog yang dilemparkan Tan Cheng Hoe hanyalah strategi psikologis (mind games).

"Sebagai tetangga terdekat di Kalimantan, kita paham betul rivalitas sepak bola Malaysia. Kalau Tan Cheng Hoe bilang nothing to lose, itu cuma cara ngurangin tekanan ke pemain mudanya. Tapi Vietnam musim ini agresif sekali, cetak 13 gol di fase grup. Kalau Malaysia main bertahan total, bisa habislah di kandang sendiri," ujar Bagus saat ditemui di sebuah kafe kawasan Jalan Reformasi, Senin 10 Agustus 2026.

• Pavithran Gunalan Pahlawan Harimau Malaya! Malaysia Lolos Semifinal Tantang Vietnam

Pandangan berbeda disampaikan oleh Rian (27), pegiat komunitas sepak bola lokal asal Pontianak Barat. Menurutnya, kejutan sering terjadi di fase gugur ASEAN Cup.

"Saya justru soroti mentalitas pemain muda Malaysia seperti Pavithran. Di usia 21 tahun dia bisa jadi pembeda. Vietnam memang diunggulkan, tapi statistik tidak selamanya menjamin. Leg pertama di Kuala Lumpur pada 16 Agustus nanti bakal jadi penentu. Kalau Malaysia bisa amankan poin penuh di kandang, tensi leg kedua bakal makin panas," ungkap Rian.

Sementara itu, Anisa (22), warga Pontianak Tenggara yang aktif mengikuti perkembangan sepak bola ASEAN, menyoroti persaingan sengit pelatih Asia dalam turnamen ini.

"Seru ya, taktik Tan Cheng Hoe bakal diuji habis-habisan sama Kim Sang-sik di kubu Vietnam. Bagi pecinta bola di Pontianak, laga ini menarik karena intensitasnya pasti tinggi. Apalagi semifinal satunya ada duel Thailand lawan Singapura. Jadi babak empat besar tahun ini benar-benar tidak boleh dilewatkan," kata Anisa.

Ulasan Pertandingan dan Persiapan Semifinal

Kemenangan Malaysia atas Filipina memastikan langkah mereka ke semifinal untuk kedua kalinya sejak edisi 2018.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain kami karena telah memenangkan pertandingan yang sangat penting ini. Ini adalah laga yang tangguh melawan Filipina. Para pemain memberikan yang terbaik untuk menjaga fokus sejak peluit pertama hingga akhir,” ujar Tan seusai laga, dikutip dari aseanutdfc.com.

Juara bertahan Vietnam sudah menanti di empat besar. Leg pertama semifinal bakal digelar di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur pada Minggu, 16 Agustus 2026. 

Malaysia menjamu skuad asuhan Kim Sang-sik yang tampil dominan sepanjang fase grup dengan catatan 13 gol dan hanya kebobolan satu kali.

Tan Cheng Hoe, yang merupakan asisten pelatih saat Malaysia menjuarai ASEAN Cup 2010 serta pelatih kepala saat meraih runner-up di edisi 2018, mengakui laga ini menjadi tantangan berat. 

Namun, ia meminta para pemain senior dan pilar muda untuk menikmati pertandingan.

“Vietnam adalah tim favorit, kami adalah underdog. Para pemain tidak rugi apa-apa. Kami bermain melawan Vietnam, jadi kami harus menikmati momen ini. Semoga stadion kembali dipenuhi penonton,” jelas Tan.

Di sisi lain, winger muda berusia 21 tahun, Pavithran Gunalan, menjadi sorotan usai mencetak gol internasional pertamanya di level senior sekaligus meraih penghargaan Hyundai Player of the Match keduanya.

“Pada pertandingan pertama melawan Myanmar, saya merasakan sedikit tekanan, tetapi pelatih Tan selalu memberikan dorongan. Rekan-rekan tim dan penggemar sangat berarti bagi saya. Setelah ini, kami fokus pemulihan dan latihan maksimal menghadapi Vietnam,” kata Pavithran rendah hati.

Pelatih Filipina, Carles Cuadrat, turut memberikan apresiasi atas kelolosan Malaysia ke empat besar.

“Selamat untuk Malaysia. Saya pikir mereka layak lolos, memiliki sembilan poin dan membuktikan kualitasnya. Pertandingan malam ini ditentukan oleh selisih yang sangat tipis,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Selain duel Malaysia vs Vietnam, babak semifinal turnamen edisi ke-30 tahun ini juga mempertemukan Singapura melawan pemegang gelar juara tujuh kali, Thailand. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.