Di Balik Strategi Baru Iran, Perkuat Industri Senjata Dalam Negeri dan Mesra dengan Rusia
Sinta Darmastri August 10, 2026 10:05 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sektor pertahanan Iran saat ini sedang mengalami transformasi secara menyeluruh. Langkah strategis Teheran kini berpusat pada penguasaan teknologi tinggi, efisiensi produksi, serta kemandirian militer jangka panjang.

Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, Brigjen Majid Ibn al-Reza, mengungkapkan bahwa perombakan ini tidak hanya bertujuan menciptakan persenjataan anyar. Lebih dari itu, Teheran berupaya merancang ekosistem industri militer yang komprehensif, mencakup desain mandiri, tata kelola teknologi modern, hingga mekanisme manufaktur yang efisien. Melalui sistem ini, produksi senjata diharapkan dapat berjalan lebih cepat, serba pintar, hemat biaya, dan fleksibel mengikuti dinamika di medan tempur.

Guna memuluskan ambisi tersebut, pemerintah Iran terus mendorong keterlibatan perusahaan berbasis pengetahuan lokal untuk mengembangkan teknologi pertahanan mutakhir secara mandiri. Langkah ini diambil di tengah gempuran sanksi dan embargo teknologi yang dilancarkan Amerika Serikat beserta sekutunya. Alih-alih melumpuhkan, tekanan internasional justru memicu Iran untuk memangkas ketergantungannya pada pihak luar.

Di sisi lain, Ibn al-Reza menyoroti maraknya ancaman perang kognitif yang menyerang narasi publik Iran. Menurutnya, operasi psikologis semacam itu sengaja dirancang untuk memicu frustrasi masyarakat sekaligus menanamkan kesan bahwa negara dalam kondisi lemah. Oleh sebab itu, penguatan sektor industri militer dipandang sebagai pilar krusial dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.

Baca juga: Dilema Baru Trump, Bukan Bagaimana Kalahkan Iran, Tapi Bagaimana Akhiri Perang Tanpa Terlihat Kalah

Baca juga: Kapal Perang AS Dihadang! Iran Naikkan Tensi di Perairan, Sodor 6 Syarat Sebelum Buka Selat Hormuz

Di samping pembenahan internal, Teheran secara paralel terus mempererat kemitraan strategis dengan Rusia, salah satunya pada sektor energi nuklir sipil di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr. Perusahaan nuklir asal Rusia, Rosatom, dilaporkan telah mengirimkan kembali sejumlah tenaga ahlinya ke fasilitas tersebut. Sebanyak lima personel teknik dan teknis kini telah aktif kembali bertugas.

Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, mengonfirmasi bahwa pengerjaan Unit 2 dan Unit 3 Bushehr tetap berjalan sesuai rencana, lengkap dengan tahap persiapan berbagai struktur pendukung proyek. Keberlanjutan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi teknologi antara Iran dan Rusia tetap kokoh meski berada di bawah bayang-bayang ketegangan geopolitik kawasan.

Melalui perpaduan antara kemandirian industri dalam negeri dan kemitraan strategis bersama Rusia, Iran terus memperkuat fondasi kapasitas teknologinya guna menghadapi tantangan global di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.