Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengoptimalkan satuan tugas (satgas) udara maupun darat dalam menjalankan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah setempat.
"Kami sudah dan terus laksanakan, mulai dari pemantauan hingga gerak cepat petugas dalam melakukan penanganan karhutla," kata Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Senin.
Adapun dalam operasi penanganan di Kalteng, satgas udara dikerahkan sebanyak empat regu. Sedangkan satgas darat sebanyak 16 regu, di antaranya 10 regu diarahkan ke wilayah Tumbang Nusa, satu regu ke Kameloh Baru, satu regu ke Kalampangan, serta empat regu ditempatkan di pos komando.
Kemudian khusus operasi gabungan untuk wilayah Tumbang Nusa, juga turut dikerahkan tambahan dukungan regu lainnya untuk memperkuat pemadaman dan penanganan lanjutan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib menambahkan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu, cepat dan berkelanjutan.
"Hal ini penting mengingat sebagian besar lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan," terangnya.
Dia menjabarkan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pemadaman terhadap api yang terlihat. Upaya ini harus disertai dengan pembasahan, pendinginan dan penyekatan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.
Berdasarkan pembaruan data per 9 Agustus 2026 yang dirilis Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalteng terhitung sejak 1 Januari, tercatat terjadi sebanyak 1.333 bencana dengan 1.114 di antaranya merupakan karhutla. Luas karhutla mencapai 2.237,73 hektare.
Hingga saat ini penanganan terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, TNI-Polri serta masyarakat.





