Jakarta (ANTARA) - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di klinik lapas serta rutan guna mendukung program pemberantasan katarak serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan dan masyarakat umum.

Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan sinergi itu menjadi terobosan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan sekaligus wujud komitmen nyata kita bersama dalam menyukseskan program prioritas pemerintah terkait penyediaan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat," kata Agus saat meninjau pemeriksaan katarak dan CKG di RSU Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, Senin.

Kemenimipas berkolaborasi dengan Kemenkes dan swasta menyelenggarakan pemeriksaan katarak dan CKG di RSU Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 RI.

Kegiatan yang menyasar 81 orang masyarakat umum, 81 orang warga binaan, dan petugas pemasyarakatan se-wilayah DKI Jakarta turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

Dalam acara tersebut, Agus menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi tersebut bukan hanya kerja sama biasa, melainkan sebuah terobosan yang luar biasa memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia menyebut Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara rutin melaksanakan CKG bagi para warga binaan setiap bulannya sejak dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mendukung program CKG hingga ke menyentuh masyarakat umum, Kemenimipas bersurat ke Kemenkes untuk meminta penambahan kapasitas layanan.

"Oleh karena itu, Pak Wamen berserta Ibu Dirjen, kami kemarin buat surat untuk minta supaya klinik-klinik kami yang ada di lapas dan rutan ini ditambah fasilitas kesehatannya sehingga kami bukan hanya bisa memberikan pelayanan kepada warga pembinaan pemasyarakatan, namun juga bisa memberikan pelayanan kepada warga sekitar yang ada di lapas dan rutan seluruh Indonesia," ujarnya.

Sementara, Wamenkes menilai program pemeriksaan katarak dan CKG yang diselenggarakan oleh Kemenimipas telah mendukung program kerja dari Kemenkes.

Menurutnya, pemeriksaan katarak dan CKG sangat penting dilakukan. "Dengan pemeriksaan katarak, lesan mata yang rusak diganti, seseorang bisa melihat lagi sehingga aktivitas hidup kembali berjalan," katanya.

Selanjutnya, kata dia, CKG penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. "Karena melihat kebiasaan orang Indonesia kalau tidak sakit tidak mau ke rumah sakit. Sementara, Presiden menginginkan masyarakat Indonesia berusia 65 tahun tetap sehat," kata Benjamin.

Menurut dia, dari CKG akan diketahui seseorang memiliki hipertensi atau tidak karena hipertensi merupakan jendela masuknya penyakit lain seperti stroke, gagal ginjal, diabetes serta jantung.

"Saya mengusulkan CKG yang hari ini kita lakukan disini, kenapa? Karena hipertensi dan diabetes ini tidak ada keluhannya Jadi penyebab stroke, penyebab cuci darah, ginjal jebol, penyebab serangan jantung, ini karena punya hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol," ujarnya.

Benjamin mengharapkan melalui CKG, jumlah masyarakat yang sakit berkurang. Hingga saat ini, kata dia, Kemenkes telah melaksanakan CKG terhadap 73,4 juta masyarakat Indonesia.

"Tujuan kami agar masyarakat Indonesia di usia produktif dari 19 tahun sampai 59 tahun jangan sakit," ujarnya.