Erick Thohir Tegaskan FIFA ASEAN Cup Bukan Piala AFF, Timnas Indonesia Bisa Turunkan Skuad Terbaik?
Jaisy Rahman Tohir August 10, 2026 07:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambangi Balai Kota Jakarta untuk menemui Gubernur Pramono Anung.

Pertemuan tersebut membahas persiapan FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September - 6 Oktober 2026.

Erick datang untuk meminta dukungan Pemprov DKI agar penyelenggaraan ajang tersebut berjalan maksimal.

“Mohon maaf nih, merepotkan terus, karena memang sepak bola ini bagian juga kita mendorong masyarakat untuk bersatu dan menunjukkan juga karakter kebangsaan kita,” ucapnya, Senin (10/8/2026).

Erick Tegaskan FIFA ASEAN Cup Turnamen Resmi FIFA

Dalam pertemuan tersebut, Erick menekankan satu hal penting mengenai status FIFA ASEAN Cup 2026.

Ia menyebut, ajang tersebut merupakan event resmi FIFA, bukan turnamen yang sekadar diselenggarakan PSSI.

“Dan tentunya FIFA ASEAN ini event resmi FIFA. Jadi bukan PSSI, event resmi FIFA,” kata Erick menegaskan.

Status ini membuat FIFA ASEAN Cup memiliki perbedaan dengan turnamen ASEAN Championship atau yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai Piala AFF.

AFF Championship merupakan kompetisi regional di bawah Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), sedangkan FIFA ASEAN Cup memiliki keterkaitan langsung dengan FIFA dan dijadwalkan berlangsung pada periode kalender internasional FIFA.

Hal ini menjadi pembeda penting bagi tim nasional peserta, termasuk Indonesia.

Berkaca dari Timnas Indonesia di AFF Cup

Penegasan mengenai status resmi FIFA ini juga menarik jika melihat perjalanan Timnas Indonesia pada turnamen ASEAN sebelumnya.

Dalam turnamen AFF, Indonesia sempat menghadapi persoalan dalam memanggil sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri karena kompetisi tersebut tidak berada dalam kalender internasional FIFA.

Akibatnya, kekuatan skuad yang tersedia tidak selalu maksimal, beberapa pemain kunci pun tak bisa memperkuat Tim Garuda.

Seperti Marten Paes yang bermain di Ajax, Jay Idzes di Sassuolo, Emil Audero di Como,  Kevin Diks di Borussia Monchengladbach, hingga Elkan Baggot yang saat ini bermain di Millwal FC.

Belum lagi beberapa nama lainnya seperti duo Justin Hubner dan Ole Romeny yang kini sama-sama memperkuat Fortuna Sitaard.

Alhasil, Timnas Indonesia hanya bisa mengandalkan pemain dari Liga 1 dan gagal memenuhi ekspektasi pada ajang ASEAN tersebut setelah harus tersingkir di fase grup.

Kini, FIFA ASEAN Cup 2026 hadir dengan status berbeda.

Dengan berlangsungnya turnamen pada periode kalender internasional, peluang Indonesia untuk mendapatkan dukungan pemain terbaik menjadi lebih terbuka.

Namun, Erick belum mengungkap secara rinci siapa saja tim yang akan bermain di Jakarta. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari FIFA.

“Nah, kami masih menunggu nanti pengumuman dari FIFA untuk mengenai jadwal pertandingan dan juga tim-tim mana yang akan bertanding di Jakarta ataupun di daerah lainnya,” ujarnya.

Pramono Siapkan Venue Jakarta

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov DKI Jakarta menawarkan sejumlah lapangan yang dikelola pemerintah daerah.

Dua venue yang disiapkan yakni Soemantri Brodjonegoro dan Lapangan Banteng.

Pramono juga sempat menawarkan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, stadion tersebut kemungkinan tidak digunakan lantaran memiliki agenda konser.

“Yang ketiga sebenarnya kami juga menawarkan JIS, tetapi karena JIS ada apa konser, sehingga dengan demikian kemungkinan dua itu,” kata Pramono.

Pemprov DKI juga siap melakukan perbaikan apabila venue yang dipilih membutuhkan penyempurnaan.

“Dan memang kalau perlu dilakukan perbaikan, kami akan bersama-sama dengan PSSI dan untuk menyempurnakan itu,” ujarnya.

Indonesia Tergabung di Grup A

Sebagai informasi tambahan, ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua kasta, yaitu Premier Division dan Challenge Division.

Seluruh pertandingan Premier Division akan digelar di Indonesia, sedangkan Challenge Division akan dilaksanakan di Hongkong.

Masing-masing divisi dibagi menjadi dua grup dengan masing-masing empat tim untuk Premier Division dan tiga tim untuk Challenge Division.

Indonesia tergabung dalam Grup A Premier Division bersama dengan Malaysia, India, dan Singapura.

Sementara grup B berisi Vietnam, Pakistan, Tailan, dan Filipina.

Menurut rencana, Premier Division ini akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat (SJH).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.