Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi| Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Harga komoditas kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan stabil pada angka Rp 85.000 per kilogram, Senin (10/8/2026).
“Sudah dua hari ini harga komoditas kakao kering di tingkat petani stagnan.
Hal ini disebabkan tidak adanya pergerakan harga di pasaran Medan, Sumatera Utara,” ujar Sabri alias Win, salah seorang pengepul kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara.
Sabri menjelaskan, pergerakan harga kakao di tingkat petani lokal sangat bergantung pada harga pasar di Medan, mengingat seluruh hasil bumi berupa kakao tersebut dipasarkan ke kota tersebut.
Kestabilan harga ini juga dibenarkan oleh sejumlah petani kakao di Kecamatan Lawe Sigala-Gala.
Meskipun saat ini bertahan di angka Rp 85.000 per kilogram, harga tersebut sebenarnya telah mengalami penurunan jika dibandingkan periode sebelumnya.
Sebelumnya, harga kakao kering sempat menembus level Rp 90.000 per kilogram, sebelum akhirnya terkoreksi turun ke posisi harga saat ini.
Kondisi ini membuat para petani berharap ada kenaikan harga dalam waktu dekat, terutama untuk mengimbangi harga kebutuhan pokok.
“Semoga harga kakao kering bisa naik kembali di pasaran Medan, karena harga kebutuhan pokok saat ini juga mahal,” ungkap Ira Maya, petani asal Desa Lawe Loning Aman.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Hanif dan Kiki, petani kakao lainnya di daerah tersebut. (*)
Baca juga: 46 Titik Irigasi Perpompaan Dibangun di Aceh Tenggara,GeRAK Minta Kejati Awasi & Usut Proyek P3-TGAI
Baca juga: Debu Proyek Overlay Jalan Nasional di Desa Kuning Aceh Tenggara Ancam Kesehatan Warga
Baca juga: Polisi Ringkus Pria 50 Tahun di Ketambe Aceh Tenggara, Simpan Ganja 4,7 Kg di Bawah Tempat Tidur