Aksi Damai Peternak Temanggung Bagikan 5.000 Ayam Gratis, Pemkab Kawal Aspirasi ke Kementan
rival al manaf August 10, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG – Bupati Temanggung Agus Setyawan menemui secara langsung ratusan massa aksi peternak ayam yang memadati kawasan Alun-Alun dan halaman Kantor DPRD Kabupaten Temanggung, Senin (10/8).

Kehadiran Bupati bersama Forkopimda di tengah massa aksi untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan langkah Pemkab Temanggung dalam merespons tuntutan peternak.

Aksi damai yang diinisiasi oleh Koperasi Pengusaha Peternakan Rakyat Ayam Petelur Kabupaten Temanggung bersama Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah digelar sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga pakan ternak yang tidak seimbang dengan anjloknya harga jual telur dan ayam di tingkat peternak.

Baca juga: Satu Paket Sabu Buka Cerita Lama, Dua Residivis di Temanggung Kembali Ditangkap

Baca juga: Kondisi Mahasiswi Asal Temanggung Pingsan Usai Melahirkan Bayi Sendirian di Kamar Kos

Dalam aksi tersebut, massa yang berkumpul di depan Kantor DPRD menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Mereka menuntut ketegasan pemerintah pusat untuk segera menstabilkan iklim usaha perunggasan rakyat.

"Kami merasakan sangat luar biasa pedihnya karena harga telur sangat rendah dan juga ditekan harga pakan yang melambung tinggi. Apalagi ada program pemerintah yang namanya MBG (Makan Bergizi Gratis) belum pernah mengambil kepada kita. Kalau toh mengambil, kita ditekan dengan harga rendah dan mungkin laporannya ke atas dengan harga tinggi. Kami mohon Pemkab Temanggung melindungi kami sebagai peternak kecil dari modal-modal asing," kata perwakilan peternak, Ibnu Parwata.

Dalam aksi solidaritas tersebut, para peternak turut membagikan sekitar 5.000 ekor ayam secara gratis kepada warga masyarakat yang melintas di sekitar Alun-Alun Temanggung.

Aksi bagi-bagi ayam itu sebagai bentuk kepasrahan sekaligus kritikan atas kerugian produksi yang terus membengkak.

"Harga telur sangat jatuh, harga pakan naik luar biasa. Kami dari sisi peternak atau produksi, kami tidak keberatan jika harga telur murah asalkan pemerintah bisa menjamin ketersediaan pakan murah juga. Karena kondisi sekarang sedang tidak seimbang, maka izinkan kami, teman-teman peternak lebih baik ayam ini kita berikan kepada masyarakat daripada mati di kandang ayam kami sendiri," ujar orator aksi, Buyung Adi Nugraha.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Temanggung Agus Setyawan menjelaskan bahwa Pemkab telah terlebih dahulu melayangkan surat permohonan resmi bernomor B/632/524/19/VIII/2026 tertanggal 7 Agustus 2026 kepada Menteri Pertanian RI. Langkah tersebut dirumuskan usai menggelar audiensi bersama perwakilan peternak sehari sebelumnya.

Adapun beberapa poin usulan ke Kementerian Pertanian meliputi intervensi darurat menekan harga pakan ternak, perpanjangan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung, penyesuaian Harga Acuan Pemerintah (HAP) telur ayam ras, penegakan aturan hak budidaya peternak rakyat dari dominasi korporasi besar, hingga penyerapan hasil ternak lokal untuk Program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bupati menegaskan bahwa Pemkab Temanggung tidak sekadar berkirim surat, tetapi berkomitmen mengawal proses tersebut hingga ke tingkat pemerintah pusat.

"Tentunya dalam hal ini kami tidak hanya sekadar bersurat, Pemkab Temanggung bersama jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Temanggung dan Forkopimda, kami akan terus mengawal. Yang pastinya ketika mereka membutuhkan kita untuk mendampingi, menyuarakan aspirasi kembali kepada pemerintah pusat, kita akan mendampingi," beber Agus Setyawan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.