BOLASPORT.COM - Borja Jimenez memperingatkan tentang kemampuan Yan Diomande yang bisa membahayakan tim lawan.
Yan Diomande memasuki fase baru dalam kariernya setelah bergabung dengan Real Madrid.
Terhitung sejak 6 Agustus 2026, pemain sayap berusia 19 tahun itu resmi direkrut oleh Los Blancos.
Nilai transfer Diomande mencapai angka 125 juta euro atau Rp 2,5 triliun.
Diomande pun resmi menyandang status sebagai pemain termahal sepanjang masa Madrid.
Durasi kontrak si bocah ajaib Pantai Gading bersama raksasa ibukota Spanyol berlangsung sampai 2033.
"Real Madrid dan RB Leipzig telah mencapai kesepakatan untuk transfer Yan Diomande," demikian bunyi pernyataan klub.
"Dia akan terikat dengan kami selama tujuh musim ke depan, hingga 30 Juni 2033," lanjut isi konfirmasi Madrid.
Sebelum rekor transfer Madrid pecah, Borja Jimenez menjadi saksi kehebatan Diomande.
Dia adalah sosok yang mempromosikan sang wonderkid ke tim senior Leganes.
Jimenez pun membeberkan kelebihan mantan anak asuhnya.
"Mereka mungkin hanya pernah melihat cuplikan aksi dia (Diomande), tetapi menurut saya, dia akan mengejutkan banyak pihak dengan keberaniannya," kata juru taktik Al Ahly itu seperti dikutip BolaSport.com dari Mundo Deportivo.
"Dia merupakan pemain pembeda. Saat menguasai bola, sulit membedakan apakah dirinya lebih dominan menggunakan kaki kanan atau kiri, sebuah kemampuan yang sangat jarang ditemui dalam sepak bola modern."
"Dia akan menghadirkan permainan lugas serta kemampuan dribel satu lawan satu yang mumpuni."
"Ditambah lagi, dia punya kemampuan untuk menghentikan bola sepenuhnya dan menunggu lawan melakukan tekel, lalu melakukan gerakan tipuan," pungkas Jimenez.
Bukan tanpa alasan Madrid berani 'membobol tabungan' demi mendapatkan seorang pemain berusia sangat muda.
Jika menilik statistik, mereka layak berharap banyak kepada bintang mudanya.
Mari kita bedah catatan Diomande sepanjang Bundesliga 2025-2026.
Dia menjadi pelaku dribel sukses terbanyak dengan 115 buah.
Kaki-kaki lincah Diomande mengungguli bintang muda Bayern Muenchen, Michael Olise, yang cuma 62 kali berhasil menggocek lawan.
Tak berhenti sampai di sana, Diomande juga mengungguli semua pemain Liga Jerman musim lalu dalam hal memenangi duel satu lawan satu.
Pria kelahiran Abdijan itu mengukir 437 duel won dari 33 partai liga domestik.
Kelebihan Diamonde lainnya adalah soal kreativitas.
Si eks pemain Leganes menghuni peringkat keenam dalam daftar peniciptaan peluang terbanyak (17).
Senjata Diomande lainnya adalah kemampuan berlari.
Kecepatan tertinggi Diomande pada musim kemarin berada di angka 36,3 kilometer per jam.
Dia hanya kalah dari Uchenna Ogundu (36,77 km/jam), Ricky-Jade Jones (36-46), dan Adam Daghim (36,32).