Pesan Keluarga Bani Bishri Syansuri kepada Gus Salam yang Maju Ketua Umum PBNU: Jangan Kecewakan NU
Muhammad Zulfikar August 10, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG - KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mendapatkan restu dari keluarga besar Bani Bishri Syansuri untuk maju calon ketua umum PBNU.

Bani Bishri secara resmi memberikan izin dan restu kepada Gus Salam untuk maju dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur pada Agustus ini.

Baca juga: Klaim Restu Istana Jelang Muktamar ke-35 NU Jadi Sorotan, Miftah Maulana: Hormati Marwah Ulama

Restu tersebut diberikan dalam acara silaturahim keluarga di ndalem kasepuhan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang.

Bagi Gus Salam, restu keluarga pesantren menjadi bagian penting sebelum dirinya melanjutkan ikhtiar merebut kepercayaan muktamirin.

"Maju bukan untuk jabatan. Tapi untuk khidmah. Bismillah," kata Gus Salam setelah mengakhiri rangkaian silaturahim keluarga besar PP Mamba'ul Ma'arif Denanyar, dikutip Senin (10/8/2026).

Gus Salam mengatakan, pertemuan keluarga Bani Bishri sengaja dilakukan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU agar langkahnya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU mendapat kejelasan dari keluarga besar.

Menurut Gus Salam, meminta izin dan restu kepada keluarga pesantren merupakan bagian dari adab dalam menjalankan ikhtiar politik-kepemimpinan di lingkungan NU.

Dia menyebut keluarga pesantren memiliki posisi penting dalam sejarah perjalanan jam'iyyah NU.

Karena itu, selain Denanyar, Gus Salam berencana melanjutkan silaturahim ke sejumlah pesantren, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo dan Al-Falah Ploso, Kediri.

Gus Salam juga menyatakan akan sowan kepada para ulama dan kiai di berbagai daerah sebelum melanjutkan silaturahim dengan jajaran PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia.

"NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh Ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren," tegasnya.

Ketua Yayasan PP Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Nyai Hj. Muflichah Shohib, yang merupakan kakak kandung Gus Salam, menyampaikan pesan khusus kepada adiknya.

Menurut dia, restu keluarga tidak boleh dimaknai sekadar dukungan untuk mendapatkan jabatan.

Restu tersebut justru harus dipandang sebagai amanah untuk meneruskan perjuangan KH Bishri Syansuri dalam menjaga NU, ideologi, tradisi, dan kepentingan umat.

Baca juga: Serba-serbi Muktamar NU di Jombang, 25 Ribu Cangkir Kopi Gratis Disiapkan untuk Peserta

"Melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri, muassis-pendiri untuk berkhidmah menjaga NU, menjaga ideologi dan tradisi, dan menjaga umat demi kemashlahatan," kata Muflichah.

Dia juga berpesan agar apabila Gus Salam nantinya dipercaya memimpin PBNU, amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.

Nyai Muflichah juga mengingatkan Gus Salam agar tidak mengecewakan jam'iyyah dan jamaah NU.

"Terutama keluarga besar bani Bishri Syansuri. ‘Kembalikan NU ke dzurriyyah muassis’ bukan karena ekspresi emosional, tapi amanah arus bawah supaya memimpin di awal abad kedua jam’iyyah," tambahnya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.

Gus Salam menjadi salah satu nama yang telah menyatakan diri maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Dengan pelaksanaan muktamar yang berlangsung di Jombang, dinamika pencalonan sejumlah tokoh dari kalangan keluarga pendiri NU juga semakin mendapat perhatian.

Namun, hingga saat ini PWNU, PCNU dan PCI NU belum ditetapkan serta mendapat undangan resmi sebagai peserta utusan Muktamar ke-35 NU.

Karena itu, restu keluarga pesantren belum dapat dimaknai sebagai dukungan suara dari peserta muktamar.

Bagi Gus Salam, restu tersebut merupakan bagian dari modal moral dan spiritual untuk melanjutkan ikhtiar sebelum memasuki arena muktamar.

Selain memberikan restu, keluarga besar PP Mamba'ul Ma'arif Denanyar juga menyatakan kesiapan menyambut peserta Muktamar ke-35 NU yang datang ke Jombang.

Salah satu pengasuh PP Mamba'ul Ma'arif, Dr. KH Sholahuddin Fathurrohman, mengatakan keluarga pesantren siap menerima para peserta maupun warga NU yang ingin bersilaturahim ke Denanyar.

"Para peserta muktamar, baik alumni MAM, fungsionaris dan warga NU yang datang silaturrohim di Denanyar, keluarga besar PP Mamba’ul Ma’arif akan menyambut dan melayani dengan hangat dan terbuka," kata Sholahuddin.

Dia mengatakan para nahdliyin yang datang juga dipersilakan berziarah ke makam KH Bishri Syansuri maupun Gus Iim, adik Gus Dur.

"Dan bila ingin istirahat atau menginap, juga monggo. Semua yang hadir pada saat muktamar, mereka semua adalah santri muassis NU, dan kami berkewajiban untuk melayani mereka bila berkunjung ke Denanyar," tambah Sholahuddin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.