Bulan Imunisasi Anak Sekolah Dimulai, Siswa SD Darunnajah Jaksel Terima Imunisasi Rubella hingga HPV
Wahyu Gilang Putranto August 10, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Agustus dan November merupakan waktu dilaksanakannya program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Dikutip dari laman Kemenkes, imunisasi dalam kegiatan BIAS bertujuan mencegah sejumlah penyakit, antara lain difteri, tetanus, campak, rubela, hingga kanker leher rahim yang dapat menyebabkan kesakitan, disabilitas, dan kematian. 

Setiap anak usia sekolah harus dipastikan mendapatkan imunisasi rutin lengkap, tidak hanya imunisasi pada saat bayi dan di bawah usia dua tahun (Baduta) saja, namun juga dilengkapi dengan imunisasi lanjutan pada usia sekolah tingkat dasar. 

Seperti di Jakarta Selatan, Sekolah Dasar Islam (SDI) Darunnajah Ulujami melaksanakan program BIAS pada bulan Agustus 2026 ini.

Koordinator Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDI Darunnajah Ulujami, Risna Novianti menyatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dikoordinasikan langsung bersama pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan.

“Kegiatan ini memang merupakan agenda rutin setiap bulan Agustus dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Begitu pemerintah sudah menggalakkan programnya, Dinas Kesehatan akan menghubungi pihak sekolah, dan kami secara penuh memfasilitasi pelaksanaannya di sini,” ungkap Novi dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Pada tahun ini, BIAS di SDI Darunnajah Ulujami menyasar tiga kelompok utama:

  • Siswa Kelas 1: Imunisasi MR (Measles-Rubella) untuk sekitar 125 anak.
  • Siswa Kelas 5 (Putra dan Putri): Imunisasi lanjutan untuk sekitar 50 anak.
  • Siswa Kelas 6 (Khusus Putri): Imunisasi HPV (Human Papillomavirus) pencegah kanker serviks untuk sekitar 25 anak.

Selain pemberian vaksin yang ditempatkan di ruang terpisah untuk menjaga kelancaran prosedur, pihak sekolah juga mewajibkan pemeriksaan kesehatan umum bagi seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Novi menambahkan, tindakan pencegahan ini sangat krusial mengingat kerentanan anak-anak pada usia sekolah dasar terhadap penularan penyakit.

“Imunisasi ini sangat penting sebagai tindakan pencegahan penyakit. Anak-anak pada usia ini masih sangat rentan, sehingga mereka membutuhkan pembentukan kekebalan tubuh yang kuat sejak dini untuk mencegah penyakit dengan risiko tinggi,” tegasnya.

Baca juga: Masih Takut Imunisasi Anak? Dokter Ungkap Fakta di Balik Mitos yang Beredar

Pelaksanaan imunisasi sempat diwarnai dinamika khas anak-anak, seperti rasa takut dan tangis saat hendak disuntik.

Meski begitu, tim tenaga kesehatan dan para guru melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan para siswa.

Apa Saja Vaksin pada BIAS 2026?

Dikutip dari portal Ayo Sehat Kemenkes, rangkaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 dirancang untuk menjamin setiap pelajar memiliki tingkat imunitas yang maksimal.

Perlindungan medis ini tidak boleh berhenti pada fase balita saja, melainkan harus terus berlanjut hingga usia pendidikan dasar dan menengah guna membangun herd immunity atau kekebalan komunal yang kokoh.

Ragam Vaksin dalam BIAS 2026

Pelaksanaan program BIAS tahun ini melibatkan beberapa jenis vaksin khusus yang disesuaikan dengan jenjang kelas dan kelompok umur anak, antara lain:

  • Vaksin MR (Measles-Rubella): Berfungsi menangkal risiko infeksi campak dan rubela yang diketahui mampu memicu komplikasi fatal, mulai dari kebutaan, infeksi paru-paru (pneumonia), pembengkakan otak (ensefalitis), hingga risiko kematian.
  • Vaksin DT (Diphtheria Tetanus): Dikhususkan bagi anak-anak di bangku sekolah dasar sebagai perisai pelindung dari ancaman bakteri penyebab difteri dan tetanus.
  • Vaksin Td (Tetanus Diphtheria): Merupakan dosis booster lanjutan dari jenis DT untuk memperpanjang durasi ketahanan tubuh terhadap infeksi tetanus dan difteri seiring bertambahnya usia anak.
  • Vaksin HPV (Human Papillomavirus): Diberikan khusus guna meredam potensi paparan virus HPV yang menjadi pemicu utama kanker serviks pada wanita. Statistik mencatat bahwa sekitar 95 persen kasus kanker leher rahim berakar dari infeksi virus HPV strain ganas.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.