Topan No. 15 Bergerak ke Honshu, Jepang Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang
Eko Sutriyanto August 10, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Topan No. 15 diperkirakan menghantam pulau utama Jepang, Honshu, pada Selasa (11/8/2026).

Badan Meteorologi Jepang (JMA) meminta warga di wilayah Kanto dan Tohoku bagian selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Topan tersebut menjadi perhatian karena bergerak melalui jalur yang tidak biasa. 

Saat ini, sistem badai berada di perairan sebelah timur Jepang dan bergerak dari timur ke barat, berbeda dari pola umum topan yang biasanya bergerak menuju utara atau timur laut setelah mendekati Jepang.

JMA memperkirakan terdapat kemungkinan besar Topan No. 15 mendarat di wilayah Kanto atau Tohoku bagian selatan pada Selasa malam.

Berdasarkan kondisi yang dilaporkan Senin, tekanan atmosfer topan berada di sekitar 990 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum mencapai 108 kilometer per jam. 

Baca juga: ABK Indonesia Berusia 20 Tahun Hilang, Diduga Jatuh dari Kapal Kontainer di Perairan Ehime Jepang

Wilayah Kanto menjadi perhatian karena mencakup kawasan metropolitan Tokyo dan sekitarnya yang memiliki aktivitas penduduk serta jaringan transportasi yang sangat padat.

Hujan lebat akibat topan berpotensi meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, serta gangguan perjalanan.

JMA juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi dan berbagai dampak hujan deras, terutama di daerah yang memiliki risiko longsor.

Gangguan terhadap layanan transportasi juga perlu diantisipasi selama badai mendekati daratan.

Salah satu hal yang membuat topan ini menarik perhatian adalah kemungkinan jalurnya yang langsung melintasi wilayah daratan Jepang.

Jika Topan No. 15 mendarat di Prefektur Fukushima atau Ibaraki, JMA menyebut kejadian tersebut akan menjadi yang pertama tercatat sejak pencatatan dimulai.

Fukushima dan Ibaraki berada di kawasan timur Honshu dan berhadapan dengan Samudra Pasifik. Jalur tersebut juga berada di utara kawasan metropolitan Tokyo, sehingga perubahan lintasan topan dapat memengaruhi prakiraan cuaca di Kanto dan Tohoku bagian selatan.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi terbaru dari otoritas setempat dan JMA, terutama terkait peringatan hujan lebat, tanah longsor, banjir, angin kencang, serta potensi gangguan transportasi.

Topan No. 15 datang setelah Jepang sebelumnya mengalami sejumlah sistem cuaca ekstrem pada musim panas 2026.

Pada akhir Juni, dua topan yang datang berurutan memicu hujan deras dan meningkatkan risiko longsor serta banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kanto. 

Dengan kondisi tersebut, otoritas Jepang kembali mengingatkan warga untuk tidak hanya memperhatikan kekuatan angin, tetapi juga potensi dampak hujan lebat yang dapat berlangsung selama dan setelah topan melintasi wilayah daratan. (Japan Today)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.