Kebakaran Lahan Tebu di Ngancar Kediri Hanguskan 4 Hektare, Kerugian Capai Rp 105 Juta
faridmukarrom August 11, 2026 09:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Kali ini, kobaran api melanda area Hak Guna Usaha (HGU) Sumber Lumbu di Dusun Kutukan, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Senin (10/8/2026) petang.

Akibat peristiwa tersebut, sekitar 4 hektare tanaman tebu hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 105 juta.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan HGU Sumber Lumbu saat melakukan patroli rutin sekaligus penutupan portal kawasan sekitar pukul 17.56 WIB.

Saat berkeliling area perkebunan, petugas melihat kobaran api yang sudah membakar lahan tebu dan berpotensi meluas ke area lainnya.

Mengetahui adanya kebakaran, petugas keamanan segera menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih untuk meminta bantuan pemadaman.

Laporan tersebut diterima petugas sekitar pukul 17.57 WIB.

Baca juga: Kandang Ayam di Tulungagung Terbakar, 7.000 Ekor Ayam Hangus dan Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Damkar Kerahkan Dua Armada dan Sembilan Personel

Setelah menerima laporan, tim Damkar Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 18.00 WIB dan tiba di kawasan HGU Sumber Lumbu sekitar pukul 18.27 WIB.

Petugas segera melakukan pemadaman guna mencegah api menjalar lebih luas ke area perkebunan tebu lainnya.

Dalam operasi tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter bernomor polisi AG 8240 GP.

Selain itu, satu unit armada tambahan dari Pos Pare juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.

Total sembilan personel terlibat dalam upaya pengendalian kebakaran yang berlangsung selama beberapa jam.

Petugas melakukan pemadaman sesuai prosedur operasional standar untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Api Berhasil Dipadamkan Setelah Empat Jam

Upaya pemadaman berlangsung hingga malam hari. Setelah berjibaku melawan kobaran api selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh titik api.

Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 22.15 WIB.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan perkebunan.

"Kebakaran diketahui saat satpam HGU Sumber Lumbu melakukan patroli dan penutupan portal. Melihat lahan tebu terbakar, petugas kemudian meminta bantuan kepada Damkar," ucap Kaleb.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Petugas kesulitan mengidentifikasi sumber api karena saat kejadian kondisi lahan dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

"Untuk penyebab kebakaran belum diketahui karena lahan tebu dalam kondisi kosong," jelasnya.

Kerugian Rp 105 Juta, Aset Rp 60 Juta Berhasil Diselamatkan
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan sekitar 4 hektare tanaman tebu dan menimbulkan kerugian material sekitar Rp 105 juta.

Meski demikian, respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api merambat lebih luas sehingga aset senilai sekitar Rp 60 juta masih dapat diselamatkan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Kaleb mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang.

Kondisi cuaca kering dan vegetasi yang mudah terbakar membuat api dapat dengan cepat menyebar apabila muncul titik api di lahan terbuka.

Ia meminta warga segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila melihat adanya titik api agar bisa ditangani secepat mungkin," pungkasnya.
 
 (Tribunmataraman.com/isya anshori)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.