Pemkot Pangkalpinang Bakal Siapkan Rumah Produksi bagi Pelaku UMKM Terpilih
suhendri August 11, 2026 09:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan pola pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengelompokkan pelaku UMKM berdasarkan jenis produk yang dihasilkan.

Pengelompokan tersebut akan menjadi tahap awal sebelum Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan dukungan lanjutan berupa penyiapan rumah produksi bagi kelompok UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan, perkembangan usaha para pelaku UMKM akan dipantau secara berkelanjutan untuk melihat usaha yang dapat dikembangkan secara berkelompok.

"Ke depan, ini akan kita monitor terus usaha-usaha mereka. Agar mereka nanti menjadi embrio untuk mengelompokkan mereka ke dalam usaha-usaha yang sejenis," kata Saparudin kepada awak media, Senin (10/8/2026).

Ia mencontohkan, pelaku UMKM yang memproduksi makanan sejenis dapat dihimpun dalam satu kelompok usaha. Misalnya, kelompok ibu-ibu yang memproduksi otak-otak.

Setelah terbentuk dan berkembang, kelompok tersebut dapat memperoleh dukungan anggaran yang lebih besar serta fasilitas rumah produksi.

"Nah, misalnya ada kelompok ibu-ibu bikin apa misalnya, otak-otak. Nanti mereka kita kelompokkan dan bantu dengan anggaran yang lebih besar. Ini ada rumah produksi seperti yang kita bangun di Tua Tunu," ujar Saparudin.

Konsep rumah produksi tersebut, lanjut dia, tidak hanya ditujukan sebagai tempat untuk menghasilkan produk UMKM.

Lebih dari itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memastikan rumah produksi memiliki pengelolaan yang jelas serta didukung tenaga yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Pangkalpinang bakal melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dinas tenaga kerja akan mendukung kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih, sedangkan dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) akan berperan dalam pembinaan UMKM.

Setiap rumah produksi nantinya juga dirancang memiliki struktur pengelolaan yang terdiri dari manajer, asisten manajer bidang pemasaran, serta bagian produksi.

"Nah, itu dari ASN (aparatur sipil negara) kita sehingga rumah produksi ini akan terjaga manajemennya, akan menjadi profesional kita harapkan," kata Saparudin.

Selain akan membangun rumah produksi, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga bakal mencari pihak yang dapat menyerap produk yang dihasilkan atau offtaker.

Menurut Saparudin, hal itu menjadi bagian penting agar rumah produksi yang dibangun  benar-benar memberikan dampak bagi UMKM.

"Begitu rumah produksi itu sudah terbangun, kita berupaya mencari offtaker-nya, mencari pembelinya. Kalau kita bikin juga tapi enggak ada pembeli kan percuma," ujarnya.

Saparudin menambahkan, apabila sebuah rumah produksi mampu menghasilkan satu ton produk, tetapi permintaan pasar mencapai dua ton, kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang untuk membangun rumah produksi berikutnya.

"Misalnya rumah produksi ini hanya bisa memproduksi satu ton, sementara permintaannya dua ton, berarti perlu ada rumah produksi yang baru. Nah, inilah akan bergulir," tutur Saparudin.

Dengan pola tersebut, pihaknya berharap makin banyak pelaku UMKM yang dapat masuk dalam rantai produksi dan memenuhi kebutuhan pasar.

Lebih lanjut, Saparudin mengatakan, program tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Pemerintah Kota Pangkalpinang terlebih dahulu akan melihat konsistensi dan perkembangan pelaku usaha sebelum menentukan kelompok yang akan mendapatkan dukungan pengembangan lebih lanjut.

"Untuk orang berbisnis ini kan sebetulnya tidak semua orang bisa berbisnis. Tapi mereka yang punya keinginan yang kuat, semangat, mampu bekerja keras, kemudian konsisten menjalankan usahanya, ini akan kita pilih nantinya," ujar Saparudin. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.