Menurut Sains Kamar Mandi Bisa Jadi Titik Awal Stroke, Apa Alasannya?
GH News August 11, 2026 10:08 AM
Jakarta -

Kamar mandi bukan sekadar ruang untuk membersihkan diri. Menurut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK Unesa), dr Shelby Amrus Ernanda, ruang paling privat di rumah itu bisa menjadi titik awal dari penyakit stroke.

Berdasarkan pengalaman lebih dari satu dekade menangani pasien, dr Shelby menemukan pola pasien stroke yang banyak ditemukan lumpuh saat berada di kamar mandi. Mengapa demikian?

Suhu yang Tiba-tiba Berubah

Perubahan suhu yang seketika, dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat dalam waktu singkat. Pada penderita hipertensi, lonjakan tersebut dapat memicu pecahnya pembuluh darah di otak atau stroke perdarahan.

Tak hanya itu, perubahan suhu juga dapat memicu gangguan irama jantung pada sebagian orang (aritmia). Ketidakteraturan ini menciptakan pusaran kecil dalam aliran darah yang menyebabkan darah menggumpal.

"Gumpalan ini persis seperti darah yang mengental menutup luka di kulit. Bedanya, gumpalan ini terbentuk di dalam jantung, lalu terbawa aliran darah menuju otak, tersangkut di pembuluh (biasanya yang besar), dan menyumbatnya. Inilah yang disebut strokeemboli. Tentu karena seringnya pembuluh darah besar yang kena, jenis stroke ini biasanya sangat berat,"tuturnya dalam lamanUnesa dikutip Minggu (9/8/2026).

5 Tips Mengurangi Risiko Stroke saat di Kamar Mandi

Pencegahan stroke tidak perlu dimulai dari tindakan medis yang rumit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko tersebut, yaitu:

1. Hindari mandi dengan air terlalu dingin atau panas. Gunakan air hangat yang mendekati suhu tubuh karena lebih bersahabat dengan pembuluh darah.

2. Jangan langsung menyiram air ke seluruh tubuh. Basuhlah tangan dan kaki secara perlahan, dari ujung, juga wajah, baru kemudian seluruh badan. Cara ini memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri.

3. Siapkan pakaian hangat di dalam kamar mandi. Hal ini agar tubuh yang baru disiram air hangat tidak langsung dihantam suhu dingin ruangan begitu keluar.

4. Jaga pencernaan. Perbanyak makan serat, air putih, dan tetap aktif bergerak.

5. Kendalikan faktor risiko sejak jauh hari. Seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung.

Pakar neurologi itu beranggapan kesehatan dibangun dari kebiasaan yang sering dianggap sepele. Dengan mengubah cara masuk ke kamar mandi, nyawa bisa terselamatkan.

"Stroke di kamar mandi bukan takdir yang datang tiba-tiba tanpa jejak. Ia adalah akumulasi dari kebiasaan kecil yang kita anggap remeh, bertemu dengan satu momen ketidakhati-hatian. Mengubah cara kita memasuki kamar mandi, pelan-pelan, sadar, penuh perhatian pada tubuh sendiri, mungkin terdengar sepele. Tapi dari yang sepele itulah, seringkali, sebuah nyawa terselamatkan," tegasnya.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.