SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus pembegalan terhadap anggota Biddokes Polda Sumsel yang nyambi sebagai tukang ojek pangkalan di Palembang.
Dua pelaku yang ditangkap polisi ternyata memiliki hubungan keluarga. Fery Irawan (36) dan Fauzi (60) merupakan ayah dan anak.
Keduanya diduga terlibat dalam aksi perampasan sepeda motor milik korban yang terjadi di kawasan Jalan Inspektur Marzuki, depan SDN 25 Palembang, Kecamatan Ilir Barat I.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan membenarkan bahwa kedua pelaku yang diamankan polisi merupakan ayah dan anak.
"Iya, dua pelaku yang kami tangkap itu statusnya ayah dan anak. Informasinya seperti itu," ujar Sonny, Senin (10/8/2026).
Dalam aksinya, pelaku Fery disebut sempat menjadi penumpang ojek yang dikendarai korban.
Setelah tiba di sekitar kediaman ayahnya, terjadi cekcok antara pelaku dan korban yang diduga berkaitan dengan persoalan ongkos.
Polisi menduga persoalan tersebut merupakan bagian dari modus yang digunakan pelaku sebelum melakukan aksi kekerasan dan merampas sepeda motor korban.
"Sepertinya itu bagian dari modus pelaku saja. Sampai di tujuan pelaku berselisih paham dengan korban masalah ongkos. Masih didalami penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang," jelas Sonny.
Cekcok tersebut kemudian berujung kekerasan. Pelaku mengambil kayu dan memukul korban.
Korban juga disebut mengalami luka akibat tusukan dalam kejadian tersebut.
Setelah kejadian, korban harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan.
Korban baru membuat laporan polisi pada Minggu karena masih menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya.
"Setelah kejadian korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan. Korban memang baru melapor hari Minggu karena masih dirawat," ungkap Sonny.
Setelah menerima laporan, polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap kedua pelaku yang ternyata merupakan ayah dan anak tersebut.
"Setelah itu kami lakukan olah TKP dan alhamdulillah dua pelakunya sudah ditangkap," tutupnya.
Pelaku utama kasus pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang anggota polisi, Fery, mengaku tidak mengetahui bahwa korban merupakan anggota kepolisian saat aksi pembegalan terjadi.
Fery saat dibawa petugas ke Polrestabes Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya hanya bisa meringis kesakitan setelah mendapat tindakan tegas dan terukur dari petugas Satreskrim Polrestabes Palembang.
Di hadapan petugas, Fery mengungkapkan aksi tersebut bermula ketika dirinya bersama pacarnya, Fitriani, memesan ojek pangkalan.
"Kami hendak pulang ke rumah saya, Pak. Lalu saya memesan ojek pangkalan, minta antar dari kawasan Soekarno Hatta menuju Pakjo," ujar Fery, Senin (10/8/2026).
Namun, ketika tiba di lokasi yang tidak jauh dari rumahnya, Fery bersama Fitriani justru melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap korban JE.
Fery mengaku dirinya sempat memukul korban menggunakan kayu sebanyak tiga kali. Ia kemudian menusuk korban sebanyak dua kali.
"Awalnya saya pukul, Pak, dengan menggunakan kayu sebanyak tiga kali. Lalu saya tusuk sebanyak dua kali," akunya sambil menundukkan kepala.
Ketika ditanya apakah mengetahui korban merupakan anggota polisi, Fery mengaku tidak mengetahuinya.
"Saya tidak tahu Pak awalnya korban merupakan anggota polisi. Setelah korban kami pukuli barulah saya tahu," katanya.
Fery juga mengaku sepeda motor milik korban hingga kini belum dijual.
Sementara itu, Fitriani disebut Fery turut berperan dalam aksi tersebut. Fitri bertugas mengambil kunci sepeda motor milik korban ketika aksi berlangsung.
Dalam kasus tersebut, Fauzi juga mengaku turut melakukan pemukulan terhadap korban.
Fauzi mengatakan dirinya ikut terlibat setelah melihat keributan yang terjadi tidak jauh dari rumahnya.
"Saya melihat terjadi keributan. Setelah mendekat ternyata anak saya. Saat itu saya terpancing ikut memukuli dengan kayu," ucap Fauzi.
Fauzi mengaku baru mengetahui bahwa korban merupakan anggota polisi setelah mendekati lokasi kejadian.
Setelah mengetahuinya, Fauzi mengaku sempat menasihati Fery agar menghentikan aksinya.
"Ketika saya tahu korban polisi, saya bilang ke anak saya, sudah nak, sudah nak. Tetapi anak saya tetap memukuli korban. Sudah saya larang, Pak," katanya.
Fauzi juga menegaskan dirinya tidak mengetahui bahwa Fery bersama pacarnya sebelumnya melakukan aksi begal terhadap korban.
"Saya bukan penumpang korban, Pak. Penumpang korban anak saya dan pacarnya. Saat kejadian tidak jauh dari rumah saya, saya baru saja pulang kerja," tutupnya.