Nelayan hingga Petani di Belitung Timur Ikuti Bimtek untuk Mudahkan Akses BBM Bersubsidi
suhendri August 11, 2026 10:50 AM

MANGGAR, BABEL NEWS - Sejumlah nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga petani di Belitung Timur mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pelayanan bahan bakar minyak (BBM) subsidi surat rekomendasi di Golden Harvest, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (10/8/2026).

Bimbingan teknis yang difasilitasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tersebut menghadirkan dua narasumber, Liza Oktina Barasa dan Satriyo Wibowo Wicaksono.

Liza merupakan Analis Kebijakan Ahli Muda Subpokja Pengaturan Pendistribusian BBM di Direktorat BBM BPH Migas. Adapun Satriyo adalah Sales Area Manager Pertamina Bangka Belitung.

Turut hadir Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, Manager Regional Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Ayub Ritto, dan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya.

Diundang pula pihak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas)

Bambang Patijaya mengatakan, bimtek pelayanan BBM subsidi surat rekomendasi ditujukan untuk memastikan masyarakat Belitung Timur mendapat kepastian pelayanan BBM bersubsidi secara mudah dan legal.

Fokus utama dari bimtek tersebut adalah pengenalan inovasi digital melalui aplikasi Xstar.

Aplikasi ini dihadirkan sebagai instrumen terobosan untuk mempermudah masyarakat dari kalangan petani, nelayan, dan pelaku UMKM dalam memperoleh surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi secara resmi.

Dengan surat rekomendasi tersebut, masyarakat sasaran dapat membeli BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menggunakan wadah khusus seperti jeriken tanpa rasa cemas.

"Di antara rangkaian kegiatan hari ini, tadi saya menghadiri kegiatan sosialisasi bersama dengan BPH Migas, juga dengan Pertamina, terkait dengan sosialisasi penggunaan aplikasi XStar," ujar Bambang saat diwawancarai usai acara bimtek.

Ia menambahkan, aplikasi XStar memberikan petunjuk serta rute yang jelas bagi warga agar tidak lagi menemui hambatan saat mendatangi SPBU.

Hal ini dinilai sangat penting, terlebih saat memasuki musim kemarau di mana kebutuhan bahan bakar untuk operasional mesin pompa air pada sektor pertanian mengalami peningkatan signifikan.

Menurut Bambang, kebutuhan serupa juga dirasakan oleh para nelayan Belitung Timur yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk mesin perahu saat melaut.

"Di masa yang seperti ini, kita tahu ini musim kemarau. Jadi baik nelayan, petani terutama, yang memerlukan BBM untuk pompanya, terutama di Pulau Belitung, terkhusus Belitung Timur ini, sangat memerlukan akses untuk mendapatkan BBM subsidi," tuturnya.

Bambang menyebutkan, bimtek tersebut sengaja melibatkan para pengelola dan petugas SPBU serta Hiswana Migas agar terjadi kesepahaman bersama di lapangan.

Diharapkan, para petugas SPBU tidak lagi ragu atau menolak melayani warga yang membawa surat rekomendasi resmi berbasis aplikasi XStar.

"Tadi petugas SPBU-nya pun kita undang di dalam acara sosialisasi tersebut. Hiswana kita undang. Kemudian dari Pertamina memberikan tutorial dan pengarahan agar petani, nelayan, maupun UMKM mendapat akses BBM subsidi," ujarnya.

Jangan disalahgunakan

Namun, Bambang mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat penerima manfaat agar tidak menyalahgunakan peruntukan BBM bersubsidi tersebut.

Ia mewanti-wanti agar BBM bersubsidi dari aplikasi XStar tidak mengalami kebocoran atau dialihkan ke sektor tambang ilegal.

"Imbauan saya, BBM yang didapat dari aplikasi XStar ini jangan sampai disalahgunakan. Karena kita tahu Belitung juga adalah daerah pertambangan, jangan kemudian malah bocor kepada sektor pertambangan," kata Bambang. (z1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.