TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak musim kemarau yang semakin kering seiring menguatnya fenomena El Nino.
Memasuki Agustus 2026, hujan diperkirakan semakin jarang terjadi, sementara potensi angin kencang masih membayangi sejumlah wilayah di NTT.
BMKG mencatat intensitas El Nino saat ini berada pada kategori kuat dengan anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 telah melampaui +2 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat pasokan uap air ke Indonesia berkurang sehingga musim kemarau berlangsung lebih kering dari biasanya.
Dalam prakiraan cuaca periode 11–17 Agustus 2026, NTT termasuk wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang. Di sisi lain, curah hujan rendah diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran hutan maupun lahan.
Baca juga: Meski Kemarau Meluas, BMKG Prediksi Hujan Masih Turun di Beberapa Daerah hingga 13 Agustus 2026
BMKG sebelumnya juga memprediksi sebagian wilayah NTT mengalami puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.
Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal akibat pengaruh El Niño yang terus menguat.
Karena itu, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, menghindari pembakaran lahan maupun sampah, serta mewaspadai cuaca panas yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Nelayan dan pelaku pelayaran juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca karena angin kencang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah perairan, termasuk Laut Flores dan Laut Timor.
(sumber:bmkg.go.idi)