TRIBUNWOW.COM - Nama pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts kembali menjadi perhatian, khususnya dari para Bobotoh setelah Persib Bandung mendapat larangan registrasi pemain dari FIFA menjelang musim 2026/2027.
Persib Bandung mendapat larangan registrasi pemain selama tiga periode transfer terkait persoalan dengan Robert Albert pada tahun 2022.
Kasus bermula ketika Persib Bandung berpisah dengan Robert Albert pada 10 Agustus 2022.
Keduanya sepakat berpisah di saat kompetisi musim 2022/2023 berjalan tiga pekan.
Sedangkan kontrak Robert Albert bersama Persib Bandung sejatinya masih ada hingga 2025.
Baca juga: Kronologi Persoalan Persib Bandung dengan Robert Albert hingga Berbuntut Larangan Registrasi FIFA
Oleh karenanya, Persib Bandung harusnya membayar klausul kepada Robert Albert.
Hak itulah yang kemungkinan digugat oleh Robert Albert kepada Persib Bandung setelah tidak adanya penyelesaian sengketa antara kedua pihak.
Dilansir TribunWow.com, Robert Alberts sendiri merupakan sosok yang cukup dikenal dalam sepak bola Indonesia.
Ia sudah cukup lama berkarier sebagai pelatih dan pernah menangani sejumlah klub di Tanah Air.
Salah satu perjalanan yang paling mendapat perhatian yakni ketika Robert Alberts dipercaya menjadi juru taktik Persib Bandung.
Ia menangani Maung Bandung sejak 2019 hingga akhirnya berpisah dengan klub pada 10 Agustus 2022.
Robert Rene Alberts merupakan pelatih sepak bola asal Belanda yang sudah cukup lama berkarier di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Lahir di Amsterdam pada 14 November 1954, Robert Alberts kini berusia 71 tahun.
Sebelum menjadi pelatih, ia sempat menjalani karier sebagai pemain dan tercatat pernah berada di akademi Ajax Amsterdam.
Sebagai pelatih, Robert dikenal punya pengalaman menangani sejumlah klub di Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya.
Di Indonesia, namanya mulai mencuri perhatian ketika menangani Arema Indonesia pada musim 2009/2010.
Ia berhasil membawa Singo Edan menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2009/2010.
Robert kemudian memiliki dua periode bersama PSM Makassar, yakni pada 2010–2011 dan 2016–2019.
Baca juga: Pernyataan Resmi Persib Bandung soal FIFA Registration Ban dalam Kasus Robert Albert pada 2022
Pada 2019, ia dipercaya menjadi pelatih Persib Bandung, Robert ditunjuk pada 3 Mei 2019 dan mengakhiri masa jabatannya pada 10 Agustus 2022.
Selama menangani Persib, Robert tercatat memimpin 86 pertandingan dengan rata-rata 1,79 poin per pertandingan.
Ia juga berhasil membawa Persib menjadi runner-up Liga 1 2021/2022.
Selain di Indonesia, Robert Alberts pernah menangani klub di Malaysia dan Singapura, serta sempat terlibat dalam pembinaan tim nasional kelompok usia.
Nama di Negara Asal: Robert Rene Alberts
Tanggal Lahir / Usia: 14 November 1954 (71 tahun)
Tempat Kelahiran: Amsterdam, Belanda
Kewarganegaraan: Belanda
Posisi Masa Lalu (Pemain): Gelandang (Midfielder)
Lisensi Kepelatihan: Lisensi Pro - UEFA
Periode Rerata sebagai Pelatih: 2,23 Tahun
Status Saat Ini: Tanpa Klub (Klub terakhir: PERSIB Bandung)
Piala Menpora: 8 pertandingan, 4 menang, 2 seri, 2 kalah, dan 14 poin.
Piala Presiden: 5 pertandingan, 2 menang, 1 seri, 2 kalah, dan 7 poin.
Piala Indonesia: 1 pertandingan, 1 menang, 0 seri, 0 kalah, dan 3 poin.
Persib Bandung (Pelatih Kepala): 3 Mei 2019 hingga 10 Agustus 2022.
PSM Makassar (Pelatih Kepala): 1 Juni 2016 hingga 12 Januari 2019.
Sarawak FA (Pelatih Kepala): 1 Januari 2011 hingga 1 Desember 2015.
PSM Makassar (Pelatih Kepala): 1 Juli 2010 hingga 31 Desember 2010.
Arema (Pelatih Kepala): 1 Juli 2009 hingga 30 Juni 2010.
Sarawak FA (Pelatih Kepala): 1 Januari 2008 hingga 30 Juni 2009.
Korea Selatan U-17 (Pelatih Kepala): 1 Januari 2004 hingga 31 Desember 2004.
Korea Selatan U-16 (Pelatih Kepala): 1 Januari 2004 hingga 31 Desember 2004.
Korea Selatan U-15 (Pelatih Kepala): 1 Januari 2004 hingga 31 Desember 2004.
Korea Selatan (Kepala Pelatihan Akademi): 1 Januari 2002 hingga 31 Desember 2003.
Home United (Pelatih Kepala): 15 Agustus 1998 hingga 31 Desember 2001.
Tiong Bahru United (Pelatih Kepala): 1 Januari 1996 hingga 14 Agustus 1998.
Kedah FA (Pelatih Kepala): 1 Januari 1992 hingga 31 Desember 1995.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari UIN Salatiga /Ragil Amalia)